Klik Tribun

Sebelum Menarik, Disdik Kaji dan Data Buku Bahasa yang Meresahkan Orang Tua

Dimana sekolah yang menerima langsung dari pusat, bukan pihak disdik kota yang menyebarkan sehingga perlu waktu untuk menariknya.

Sebelum Menarik, Disdik Kaji dan Data Buku Bahasa yang Meresahkan Orang Tua
TRIBUNSUMSEL.COM/MOCHAMAD KRISNARIANSYAH
Cover Buku buku pembelajaran bidang berbahasa dan bersastra Indonesia keluaran pusat perbukuan departemen pendidikan nasional dinilai tidak layak karena ada cerpen soal percintaan remaja,minggu (12/3/2017). Isi halaman 114 yang menceritakan soal percintaan remaja yang ada di buku tersebut. 

Laporan Wartawan TribunSumsel.Com,Mochamad Krisnariansyah

TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG -- Dinas Pendidikan kota Palembang tengah mengkaji sekaligus mendata penyebaran buku pembelajaran bahasa dan bersastra SMP kelas 8 yang dilaporkan mengandung cerita percintaan.

Pasca munculnya keluhan dari kalangan orang tua yang resah akan pembelajaran yang terdapat dalam buku tersebut tidak mendidik siswa.

Kasi Kurikulum Dinas pendidikan kota Palembang, Hamsir saat dibincangi TribunSumsel, Senin (13/3/2017) mengungkapkan, saat ini pihaknya telah memanggil guru serta kepala sekolah SMP N 15 yang menjadi  tempat penemuan buku tersebut beredar.

" Guru kita panggil hari ini bersama kepsek, kita ingin menanyakan dahulu mengenai isi konten materi cerita. Nantinya dari hasil kajian inilah akan kita jadikan laporan ke kementerian pusat," ujarnya.

Lebih Jauh Hamsir mengatakan, buku yang bermasalah tersebut merupakan buku sekolah eletronik (BSE) pemberian pemerintah pusat.

Dimana sekolah yang menerima langsung dari pusat, bukan pihak disdik kota yang menyebarkan sehingga perlu waktu untuk menariknya.

Kasi Kurikulum Diknas kota Palembang Hamsir saat ditemui Tribunsumsel, Senin (13/3/2017).
Kasi Kurikulum Diknas kota Palembang Hamsir saat ditemui Tribunsumsel, Senin (13/3/2017). (Tribunsumsel.com/Mochamad Krisnariansyah)

" Kita belum tahu sekolah mana yang menggunakan, karena buku BSE banyak macam sehingga tidak hanya satu saja ditiap mata pelajaran. Apalagi mengingat, buku ini bisa didownload oleh setiap sekolah," jawabnya.

Apalagi, dikatakan Hamsir kejadian buku ini merupakan yang pertama kali muncul.

Sehingga pihaknya membutuhkan waktu untuk menyelesaikan permasalahan yang ada terkait penyebarannya.

" Target dalam seminggu ini akan selesai, nanti usai pemanggilan guru dan kepsek sekolah, para pengawas disetiap sekolah akan ditugaskan untuk mengecek buku tersebut," jelasnya.

Intinya, Hamsir menuturkan, buku ini akan diminta untuk segera ditarik oleh kementerian jika telah didata peredaran.

Khususnya dengan melaporkan kepada pihak pusdok selaku penerbit buku BSE.

" Jika semua terdata, buku tidak diharuskan untuk dipakai lagi, sembari ada keputusan dari pusat untuk menariknya. Sebab disinyalir buku bisa dipakai oleh seluruh SMP/MTS di Indonesia," pungkasnya.

Penulis: Mochamad Krisnariansyah
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved