Busyet, Ada Cerita Pacar-pacaran di Buku Bahasa Indonesia Untuk SMP Ini

" Saya sebagai orang tua resah saat membaca, kok potongan cerita novel percintaan yang berada di halaman 114 ini, bisa dimasukan sebagai bahan pembel

Busyet, Ada Cerita Pacar-pacaran di Buku Bahasa Indonesia Untuk SMP Ini
TRIBUNSUMSEL.COM/MOCHAMAD KRISNARIANSYAH
Cover Buku buku pembelajaran bidang berbahasa dan bersastra Indonesia keluaran pusat perbukuan departemen pendidikan nasional dinilai tidak layak karena ada cerpen soal percintaan remaja,minggu (12/3/2017). Isi halaman 114 yang menceritakan soal percintaan remaja yang ada di buku tersebut. 

Laporan Wartawan TribunSumsel.Com,Mochamad Krisnariansyah.

TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG - Kutipan novel remaja  berjudul saat mentari kembali tersenyum yang dijadikan bahan materi uji kompetensi dalam  buku pembelajaran siswa SMP/MTS kelas 8  membuat resah kalangan  orangtua.

Pasalnya, buku pelajaran bahasa dan sastra Indonesia keluaran Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional dinilai tidak layak untuk diisi dengan materi novel yang berbau percintaan remaja karena dinilai tidak mendidik.

Seperti yang diungkapkan orang tua siswa SMP Negeri di kawasan Plaju, bernama Kadir yang mengaku resah dengan buku tersebut.

Ia sangat menyayangkan dalam buku terdapat potongan cerita remaja yang dinilai tidak layak bagi siswa SMP pelajar, sebab konten materi yang ada dalam cerita tidaklah sesuai dengan kepentingan pembelajaran.

"Saya sebagai orang tua resah saat membaca, kok potongan cerita novel percintaan yang berada di halaman 114 ini,  bisa dimasukan sebagai bahan pembelajaran siswa SMP," ungkapnya saat dibincangi TribunSumsel, Minggu (12/3/2017).

Apalagi menurutnya, Buku yang sejatinya harus mendidik tentunya lebih mengarahkan pada pemberian movitasi serta inspirasi bagi siswa. Bukan malah mengajarkan hal yang dirasakan tidak memiliki manfaat apa-apa bagi siswa.

"Sebenarnya masih banyak karya sastra yang layak untuk anak tingkat SMP, yang lebih positif dalam memberikan perkembangan akademis ataupun karakter anak usia SMP," tuturnya.

Ia pun berharap, kepada pihak pemerintah dalam hal dinas pendidikan untuk segera menindak lanjuti materi buku yang tidak layak ini. Terutama segera mengganti ataupun menarik agar tidak digunakan siswa SMP lagi.

"Semoga dengan adan keresahan kami, diknas bisa segera mengambil tindakan. Setidaknya untuk menarik kembali buku yang telah tersebar di kalangan siswa SMP negeri di kota Palembang," jawabnya.

Penulis: Mochamad Krisnariansyah
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved