Bermain-main di Dekat Mesin Cuci, Bocah 2 Tahun Ini Masuk dan Mengalami Nasib yang Tragis

Korban diduga memanjat kursi di sebelah mesin cuci yang sedang bekerja Lalu ia membuka tutup mesin untuk bermain air.

thereporter
Jaimerson Cardoso Dias Junior 

TRIBUNSUMSEL.COM, BRASIL - Seorang anak berusia 2 tahun 10 bulan ditemukan tewas dalam mesin cuci, lapor Debate News.

Dilansir thereporter, Dalam kejadian pagi 18 Februari lalu di Jardim Planalto, Santa Cruz do Rio Pardo, Jaimerson Cardoso Dias Junior, 2, sebelum itu dilaporkan hilang oleh ibunya, Mariane Cristina.

Polisi kemudian meluncurkan operasi untuk menemukan korban sekitar jam 10.40 pagi bersama dengan beberapa tetangga yang lain di kawasan perumahan tersebut, namun gagal menemukan korban.

Polisi kemudian memeriksa rumah keluarga korban dan akhirnya menemukan korban di dalam mesin cuci di balik pakaian dan buih air cucian.

anak masuk mesin cuci

Tim penyelamat segera dikerahkan ke tempat kejadian namun sudah terlambat karena korban telah meninggal dunia akibat tenggelam.

Berdasarkan penyelidikan polisi, korban diduga memanjat kursi di sebelah mesin cuci yang sedang bekerja

Lalu ia membuka tutup mesin untuk bermain air.

Sayangnya korban terjatuh ke dalam mesin tersebut lalu mengakibatkannya lemas.

anak masuk mesin cuci

Mayat korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk dibedah.

Polisi juga telah mengambil keterangan dari Mariane dan nenek korban, Susinei Sueli Lopes.

Namun polisi belum pasti apakah akan mengambil tindakan hukum terhadap ibu korban atas kelalaian tersebut.

Ayah Coba Bangunkan Anaknya yang Sudah Meninggal, Bikin Nangis ''Nak Jangan Tinggalkan Ayah''

TRIBUNSUMSEL.COM-Sebuah rekaman video yang memperlihatkan momen mengharukan saat seorang ayah berat melepaskan kepergian anaknya menuai simpati pengguna media sosial.

Dalam rekaman yang diunggah akun Facebook bernama Khusnul Khatimah, Rabu (15/2/2017), seorang ayah disebut mencoba membangunkan anaknya yang sudah meninggal dunia.

Beberapa kali ia terlhat memeluk dan mnciumi anaknya sebelum dimasukkan ke dalam peti mati.

Seorang pria mencoba menenangkannya dan memintanya untuk ikhlas melepaskan kepergian anaknya.

"Percubaan Pemuda Ini Untuk Membangunkan Anaknya Yang Sudah Meninggal Dunia Sambil Menangis Sangat Menyentuh Perasaan"tulis akun Khusnul Khatimah.

Video yang telah disaksikan lebih dari 14 juta kali ini menuai berbagai respon penggu media sosial.

Berikut koemntarnya

Yamak Dedek Iringi perjalanan malaikat kecil ini dengan surah alfatiha do'a2 jangan dibanyakan air mata saja,ibu pabak kuat sayang pada dia,tapi ada yg lebih sayang lg pada dia ridholah kepergiannya insya Allah dia akan menunggu kedua orang tuanya dipintu syurga kelak aminnn

Samri Salim Tersentuh kejap..permudahkan segala urusan si bapa bayi itu..Amen.

Nani Trikora Amiiin....
Smg diberikan kekuatan unt keluarga yg di tinggalkan. Amin

Princess Mirza Aamiin sngat mnyentuh sx,smga adk ni di tmptkn di sisi yg trindah

Berikut videonya

Tak Mampu Belikan Rumah untuk Mendiang Ayah, Empat Bersaudara Lakukan Ini

Tak mampu belikan rumah untuk ayahnya yang sudah tiada.

Empat bersaudara ini memutuskan untuk merawat merawat dan membuat makam ayahnya menjadi sangat indah.

Dilansir dari Ohbulan, Sabtu (4/2/2017), Empat besaudara asal Malaysia ini mengaku tak bisa membahagiakan semsa ayahnya masih hidup.

anak ayah rumah

Meskipun demikian, ketiga memutuskan untuk merawat dan membuat makam ayahnya dengan menggunakan rumput.

Mereka meyakini, setiap helai daun, termasuk rumput senantiasa berzikir kepada Allah swt.

Selain itu, mereka ingin makam ayahnya menjadi makam paling indah dan hijau di tempat pemakaman.

Keempat bersaudara ini pun mengaku tidak banyak yang bisa mereka lakukan dan berikan orangtua.

Selain, terus merawat makam ayahnya, mereka juga teap terus mendaoakan dan mengirimkan Al Fatihah, semoga ayahnya masuk ke dalam golongan orang-orang yang dibukakan pintu surga.

Kisah yang dibagikan akun Facebook Faizul Ezmin ini dengan cepat menjadi viral.

Sejumlah netizen mengaku salut dengan keempat bedaudara tersebut.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved