Program Tanam Nanas 150 Hektar di Prabumulih Tidak Ada Kejelasan

Bahkan di akhir 2016 sudah sebanyak 111 hektar lahan disapkan, begitupun untuk bibit nanas telah disertifikasi mencapai jutaan bibit.

Penulis: Edison |
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Kepala Dinas Pertanian Pemkot Prabumulih, Drs Syamsurizal SP MSi (tengah) didampingi Kabid Peternakan, Drh Hj Nora Gustina (kanan). 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Harapan Pemerintah kota Prabumulih dan sejumlah petani menjadikan bumi Seinggok Sepemunyian kota percontohan nanas, ternyata pupus sudah. Penyebabnya, program bantuan pemerintah pusat berupa penanaman bibit nanas di 150 hektar lahan masyarakat kota Prabumulih, hingga saat ini tidak ada kejelasan.

Padahal pemerintah kota Prabumulih melalui Dinas Pertanian telah mendata dan menyiapkan lebih dari 111 hektar lahan masyarakat untuk ditanam bibit nanas. Parahnya, sebanyak 2 juta bibit nanas telah disertifikasi dan disiapkan untuk proyek tersebut terpaksa terbengkalai.

"Dulu kami sudah siapkan lahan karena informasi dari Dinas Pertanian Prabumulih akan ada program tanam nanas, ternyata hampir setahun tidak ada dan lahan sudah dipenuhi rumput. Karena tidak ada kejelasan jadi kami tanam bibit lain," ungkap Sumiati, satu diantara petani kepada wartawan, Jumat (24/2/2017).

Menanggapi itu, Kepala Dinas Pertanian Pemkot Prabumulih, Drs Syamsurizal SP MSi mengungkapkan jika memang benar program pemerintah pusat tanam nanas hingga saat ini belum ada kejelasan alias batal.

"Hingga saat ini memang tidak ada kejelasan, batal sepertinya. Masalah nanas ini kami sangat kecewa, pemeintah pusat sudah baik hati dan kami sudah ajak dewan untuk program tersebut tapi ternyata, yah (batal-red)," ungkap Syamsurizal.

Menurut Syamsurizal, program nanas tersebut oleh pemerintah pusat diberikan ke pemerintah provinsi Sumsel untuk dilakukan pelelangan, namun hingga tiga kali lelang tidak ada perusahaan yang berminat.

"Karena dari pusat harus lewat provinsi, makanya pemerintah Provinsi melakukan tender tapi tidak ada yang nawar. Bahkan informasinya sudah tiga kali lelang tidak ada yang minat dan kami sudah tawarkan ke perusahaan-perusahaan di Prabumulih namun tidak ada peminat," katanya kecewa.

Sementara terkait lahan yang telah disiapkan para petani, pihaknya terpaksa menyampaikan ke petani untuk ditanam apa saja karena menunggu nanas belum jelas.

"Para petani bertanya ke kami, karena mereka sudah siapkan lahan. Terpaksa kami katakan silahkan ditanam dulu, teserah mau nanam apa, jagung atau kedelai silahkan," seraya mengatakan mengenai bibit juga nanas dipersilahkan dijual dan ditanam.

Ditanya apa langkah selanjutnya yang dilakukan Dinas Pertanian terkait program tersebut, Syamsurizal mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat ke pemerintah pusat agar kedepanya program itu kembali dianggarkan.

"Kami rugi dan kecewa juga, namun kami sudah layangkan surat, kami minta dianggarkan lagi, sampai saat ini belum ada jawaban," katanya.

Seperti diketahui, pada 2016 pemerintah pusat memberikan bantuan penanaman bibit nanas untuk sebanyak 150 hektar lahan di Prabumulih, namun untuk tender proyek tersebut harus dilakukan melalui pemerintah provinsi.

Untuk mendukung program itu selain telah melakukan pembelajaran, Dinas Pertanian kota Prabumulih juga telah mulai mendata dan menyiapkan lahan. Bahkan di akhir 2016 sudah sebanyak 111 hektar lahan disapkan, begitupun untuk bibit nanas telah disertifikasi mencapai jutaan bibit.

Namun hingga berakhir tahun anggaran 2016 proyek tidak ada minat dari perusahaan, bahkan hingga saat ini tidak ada kejelasan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved