Ridho Minta Lurah Jangan Asal Copot Ketua RT

Penyebabnya, sejumlah ketua RT yang dipilih warga dengan cara musyawarah dikabarkan dicopot dan diganti oleh Lurah tanpa sepengetahuan warga.

Penulis: Edison |
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Keresahan sejumlah ketua rukun tetangga (RT) yang akan dicopot Lurah tanpa alasan yang jelas, mendapat perhatian Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM. Orang nomor satu di Prabumulih itu meminta para lurah dilingkungan Pemkot Prabumulih untuk tidak asal-asalan dalam mengganti ketua rukun tetangga maupun rukun warga (RW).

"Kami himbau para Lurah agar jangan asal mencopot ketua RT, pencopotan harus ada dasar," ungkap Ridho Yahya ketika diwawancarai wartawan di gedung pemkot Prabumulih, Selasa (21/2/2017).

Menurut Ridho, jika sebanyak 60 persen warga di suatu RT menolak ketua RT maka pencopotan baru bisa dilakukan, namun jika tidak maka lurah jangan asal copot.

"Untuk itu harus dibuktikan dengan tanda tangan warga, lurah harus kroscek ke lapangan apakah memang 60 persen mendukung atau tidak baru bisa ambil tindakan," bebernya.

Lebih lanjut suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini menutukan, pihaknya beberapa waktu lalu pernah mendapat permohonan dari warga untuk pergantian ketua RT dan bahkan dibuktikan dengan tanda tangan banyak warga, namun setelah dikroscek hanya segelintir yang menolak.

"Dulu sekitar 31 warga menolak dibuktikan dengan tanda tangan, setelah diperiksa ternyata hanya 8 orang yang menolak, nah demikian itu lurah harus turun langsung," katanya.

Ridho menegaskan, jika memang ada lurah yang melakukan pencopotan terhadap ketua RT sementara warganya tidak menginginkan atau sepihak maka dirinya akan mengevaluasi kinerja lurah tersebut.

"Tidak bisa asal, harus diperiksa langsung ke lapangan," bebernya seraya mengatakan jika memungkinkan ajak pihak inspektorat.

Terpisah, Ketua DPRD Prabumulih, Ahmad Palo SE kembali menegaskan, pihaknya siap menampung aspirasi ketua RT apabila dilakukan pencopotan secara sepihak tanpa alasan yang tepat oleh pihak Lurah.

"Tentu kami siap menampung aspirasi ketua RT, kami juga meminta kepada seluruh RT untuk membantu pemerintah kota dalam mensosialisasikan program yang dilaksanakan," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejak sepekan terakhir sejumlah warga dan ketua rukun tetangga (RT) di beberapa kelurahan di Kota Prabumulih, mengaku resah sekaligus kecewa dengan Pemerintah kota Prabumulih.

Penyebabnya, sejumlah ketua RT yang dipilih warga dengan cara musyawarah dikabarkan dicopot dan diganti oleh Lurah tanpa sepengetahuan warga.

Dicopotnya para ketua RT ini berdasarkan informasi berhasil dihimpun, disebabkan para Lurah menilai Ketua RT tak bisa menjalankan tugas dengan baik dan mensosialisasikan program pemerintah.

Namun warga menilai pencopotan para Ketua RT hanya sebagai akal-akalan untuk kepentingan pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 2018 dan pemilihan legislative 2019 mendatang.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved