Mutasi, Kepala Lapas Belum Memiliki Terobosan, dan Lebih Fokus Meningkatkan Kinerja
Pasalnya, Pargiyono sebagai Kepala Lapas baru belum memiliki terobosan, dan memilih untuk melanjutkan apa yang sudah dikerjakan oleh Asep.
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kepemimpinan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Palembang kembali berpindah.
Setelah sembilan bulan memimpin Lapas yang berada di ujung kota Palembang ini, akhirnya Kepala Lapas yang lama, Asep Syarifudin dimutasi.
Ia lantas digantikan oleh Pargiyono, yang sebelumnya baru sebulan menjabat sebagai kepala divisi pemasyarakatan Bali.
Sementara Asep sendiri, akan menjadi kepala Lapas kelas I Medan.
Meski terjadi kepemimpinan baru, tampaknya, takkan ada hal baru yang akan hadir di Lapas Kelas I Palembang ini.
Pasalnya, Pargiyono sebagai Kepala Lapas baru belum memiliki terobosan, dan memilih untuk melanjutkan apa yang sudah dikerjakan oleh Asep.
"Disini tidak ada yang perlu diperbaiki lagi, namun ditingkatkan. Semua program kemandirian, serta kepribadian para warga binaan sudah berjalan cukup kondusif," ujarnya saat dibincangi, Selasa (21/2/2017).
Ditanya apakah, Pargiyono bakal membangun ruang besuk tahanan yang seolah mencekam dan diganti menjadi suatu yang menarik, seperti yang telah dilakukan di Lapas Anak Pakjo, yang mana ruang besuk tahanan diubah sedemikian mungkin menjadi seperti kafe, Pargiyono mengaku belum memikirkan hal tersebut.
Menurutnya, jika memang ada kendala-kendala, hal tersebut akan terus diperbaiki.
"Kita akan memperbaiki sarana dan prasarana yang ada, namun tentu sesuai dengan anggaran yang kita miliki," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/mutasi-kepala-lapas-palembang_20170221_133448.jpg)