Pita Hitam SFC Untuk Bodong dan Korban Longsor Bali

Teja Paku Alam dkk mengenakan pita hitam di lengannya sebagai simbol tengah berduka cita.

Editor: Hartati
Tribunsumsel.com/Haryanto
Penampilan pemain Sriwijaya FC di babak kedua saat melawan Barito Putera, Senin (13/2) sore di stadion I Wayan Dipta Gianyar Bali sedikit berbeda. Teja Paku Alam dkk mengenakan pita hitam di lengannya sebagai simbol tengah berduka cita karena bencana longsor. 

TRIBUNSUMSEL.COM, BALI - Penampilan pemain Sriwijaya FC di babak kedua saat melawan Barito Putera, Senin (13/2) sore di stadion I Wayan Dipta Gianyar Bali sedikit berbeda.

Teja Paku Alam dkk mengenakan pita hitam di lengannya sebagai simbol tengah berduka cita.

Sekretaris tim SFC, Ahmad Haris membenarkan bahwa aksi tersebut memang sengaja dilakukan pihaknya untuk menghormati korban longsor di Bali yang terjadi Kamis (9/2/2017) lalu.

“Presiden SFC, Dodi Reza Alex memang menginstruksikan kepada kita agar turut memberikan hormat dan turut berduka atas bencana tersebut, apalagi ada 12 korban jiwa disana,” jelasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved