Rumah Tahfidz Kiai Marogan Selenggarakan Program Karantina Guru Tahfidz

Rumah Tahfidz Kiai Marogan menyelenggarakan program Karantina Guru Tahfidz 30 juz angkatan pertama secara gratis

Penulis: Erwanto | Editor: Erwanto
IST
Rumah Tahfidz Kiai Marogan menyelenggarakan program Karantina Guru Tahfidz 30 juz angkatan pertama 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dalam rangka kemandirian Anak Yatim Piatu Pesantren Rumah Tahfidz Kiai Marogan menyelenggarakan program Karantina Guru Tahfidz 30 juz angkatan pertama. Pesertanya ialah anak yatim dhuafa yang tinggal di rumah tahfidz dan telah siap dibina untuk menjadi guru tahfidz.
"Bagi anak yatim yang mengikuti program ini dibebaskan biaya. Seluruh biaya ditanggung oleh pengurus. Caranya Kita carikan donatur orang tua asuh buat mereka. Para orang tua asuh nantinya diajak mendampingi anak asuhnya pada saat wisuda tahfidz.
Bagi yang bersedia menjadi donatur orang tua asuh dapat mengirim via Bank Mandiri nomor rekening 1120011766123 An. Yayasn pesantren tahfidz Ki Marogan atau datang langsung ke asrama rumah tahfidz Kiai Marogan di komplek Polygon.
Saat ini tercatat di pengurus ada 10 anak yatim perempuan rata-rata usia SMP yang berasal dari berbagai daerah di Sumsel, siap dikarantina tahfidz 30 juz. Selebihnya di asrama sendiri masih ada 40 anak usia TK, SD dan SMP sedang persiapan menghafal 1 hingga 5 juz. Mereka semua diasramakan di rumah tahfidz cabang Polygon blok 12-15-16. Selama 4 bulan mereka akan fokus menghafal sejak bangun tidur pukul 03.00 hingga malam hari pukul 22.00. Kecuali sore hari para peserta ditugaskan magang jadi guru tahfidz dan iqro' bagi anak-anak warga sekitar komplek. Tiap pekan para peserta diberikan motivasi menghafal dan training of trainers (tot) pengembangan metode mengajar cara membaca dan menghafal Quran. Seharian penuh waktu mereka habiskan untuk menghafal dan menyetorkan hafalan.
Untuk membimbing para peserta Kita siapkan tenaga penyimak 3 orang ustadzah hafidzah yang datang dari pulau Jawa. Yaitu ustadzah Umi Cholifah, S.Pd.I Alhafidzah asal Brebes, ustadzah Reni Purwaningsih, S.Pd.I Alhafidzah, asal Banten dan ustadzah Zahroh Alhafidzah asal Surabaya. Program takhassus ini diadakan tujuannya adalah untuk akselerasi dan penyediaan stok guru tahfidz yang saat ini sedang dibutuhkan di beberapa lembaga di bawah jaringan rumah tahfidz Kiai Marogan. Insyaallah setelah lulus masa karantina dan magang sebagai guru para santri yang telah khatam 30 juz akan disalurkan menjadi guru TK Tahfidz Kiai Marogan yang pada tahun ajaran baru 2017 akan dibuka di beberapa tempat seperti di komplek masjid Marogan, komplek masjid Nurul Aisyah Polygon dan di Perumnas Sako.
Menurut Ustadz Masagus A. Fauzan Yayan, SQ selaku pembina Yayasan Pesantren Tahfidz Kiai Marogan bahwa Program Karantina Guru Tahfidz angkatan pertama yang memang berlatar belakang anak yatim ini yaitu untuk memberdayakan dan memandirikan anak yatim.
"Kami mohon doa dan dukungan ayah bunda semoga Anak yatim yang kami bina selama ini mampu memenuhi target khatam 30 juz serta menjadi guru tahfidz yang dapat berguna bagi bangsa dan negara.
" Program ini dimulai pada tanggal 01 Februari dan berakhir 01 Juni 2017 jika berjalan sesuai target maka insyaallah bulan Juni atau bulan Ramadhan peserta karantina dapat diwisuda 30 juz. Selanjutnya setelah lulus anak-anak akan berkhidmat menjadi guru tahfidz. Untuk mendukung pelaksanaan program ini para santri diberikan sarana fasilitas pakaian dilaundry diberikan makan minum yang bergizi dan cukup, tempat tinggal di asrama yang nyaman. Bagi yang ingin berpartisipasi dalam program ini dapat menghubungi penanggung jawab program Ustadz Achmad Nur faizin +6285330657810. (rel)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved