Empat Hari Tidak Pulang Warga Pali Ini Ditemukan Tewas Bersimbah Darah Ditabrak Kereta Api

Ternyata mayat itu adalah Gustiranda bin Ismet (21) warga Kampung 2 Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Pali.

Empat Hari Tidak Pulang Warga Pali Ini Ditemukan Tewas Bersimbah Darah Ditabrak Kereta Api
Tribunsumsel.com/Edison
Wakapolres Prabumulih, Kompol Rahmad Sihotang (baju koko-red) dan Kapolsek Prabumulih Timur, AKP Hendra Gunawan ketika melihat jenazah Gustiranda di kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kota Prabumulih, pada Rabu (1/2/2017) malam. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Sesosok mayat tanpa identitas dan dalam keadaan tanpa pakaian ditemukan tewas mengenaskan bersimbah darah di pinggir Jalur Rel Kereta Api tak jauh dari palang pintu Jalan A Yani Kelurahan Prabujaya Prabumulih pada Rabu (1/2/2017) sekitar pukul 18.30.

Ternyata mayat itu adalah Gustiranda bin Ismet (21) warga Kampung 2 Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Pali.

Jenazah korban diambil pihak keluarga dari kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kota Prabumulih, Kamis (2/2/2017) sekitar pukul 05.00.

Selanjutnya jenazah korban akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi Pali.

Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE MM melalui Kapolsek Timur, AKP Hendra Gunawan didampingi Kanit PPA Polres Prabumulih, Ipda Gharasa Zahra Zahiran STrK membanarkan, mayat ditemukan merupakan Gustiranda yang merupakan warga Kabupaten Pali.

"Bapak kandung korban telah datang dan mengenali identitas merupakan anaknya, selanjutnya jenazah dibawa keluarga untuk dimakamkan di desa tempat tinggal korban," ungkapnya.

Gharasa mengatakan, berdasarkan pengakuan keluarganya korban memang sedikit mengalami ganguan jiwa dan telah meninggalkan rumah sejak 30 Januari 2017 lalu.

"Menurut orang tua korban, anaknya itu sudah empat hari meninggalkan rumah dan mengetahui kabar dari kerabat jika anaknya ditemukan meninggal ditabrak kereta api di Prabumulih. Makanya mereka memastikan setelah benar jenazah dibawa pulang," bebernya.

Disinggung penyebab kematian korban, Gharasa mengatakan jika korban diduga memang meninggal akibat kecelakaan lalulintas atau ditabrak kereta api dari Tanjung Karang tujuan Kertapati Palembang.

"Kejadian merupakan kecelakaan, korban ditabrak kereta api Ekspress," katanya.

Sementara, pihak keluarga yang enggan namanya disebutkan menuturkan, memang benar jenazah adalah Gustiranda keluarga mereka.

"Memang anak kami, dia pergi dari rumah dari Senin lalu," bebernya singkat kepada polisi.

Penulis: Edison
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved