Breaking News:

Polisi Tahan Dua Tersangka Kasus Kekerasan Diksar Mapala UII

Selain itu juga telah menyiapkan bantuan hukumnya untuk keduanya, karena ancaman hukumannya lebih dari lima tahun.

Kontributor Kompas.com Surakarta, M Wismabrata
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono saat di Solo, Kamis (22/12/2016) 

TRIBUNSUMSEL.COM, BOYOLALI - Tim Penyidik dari Kepolisian Resor Karanganyar, Jawa Tengah telah menahan dua tersangka kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan tiga mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta meninggal dunia ketika mengikuti pendidikan dasar mahasiswa pecinta alam (mapala).

"Ya benar, tim penyidik telah menahan dua orang diduga pelaku kasus penganiayaan terhadap peserta Pendidikan Dasar (Diksar) Mapala UII dan kini sedang diperiksa di Mapolres Karanganyar," kata Kepala Polda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono disela kunjungan Presiden Jokowi di Desa Tumang Cepogo Boyolali, Senin (30/1/2017).

Menurut Kapolda, kedua orang yang ditahan tersebut selaku panitia Ditsar Mapala UII, yakni bernisial A dan Y. Keduanya masih menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik di Mapolres Karanganyar.

Polisi juga melakukan penggeledahan di Posko Mapala UII dan tempat rumah kos untuk mencari barang-barang yang dapat untuk tambahan sebagai barang bukti.

Kapolda mengatakan, penyidik sedang mendalami perbuatan kedua tersangka tersebut. Selain itu juga telah menyiapkan bantuan hukumnya untuk keduanya, karena ancaman hukumannya lebih dari lima tahun.

"Keduanya masih didalami perbuatannya dan pasalnya kasus penyaniayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia," kata Kapolda.

Polisi terus melakukan penyidikan terkait adanya dugaan kasus penganiayaan yang menyebabkan tiga korban meninggal dunia mahasiswa UII Yogyakarta saat kegiatan Diksar Mapala di lereng Gunung Lawu, Desa Tlogodringo, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Tiga mahasiswa pencinta alam asal UII yang meninggal dunia, yakni Muhammad Fadli (20), asal Tibanbaru, Sekupang Batam, Syaits Asyam (19), asal Sleman, dan Ilham Nurfadmi Listia Adi (19), asal Lombok, setelah mengikuti Diksar Malapa di lereng Gunung Lawu Karanganyar.

Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved