Ormas Islam Prabumulih dan Polres Bersatu Cegah Konflik
Untuk mengantisipasi barbagai konflik keagamaan, budaya dan ras di Prabumulih, sejumlah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam seperti Majelis Ulama
Penulis: Edison | Editor: Kharisma Tri Saputra
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari
TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Untuk mengantisipasi barbagai konflik keagamaan, budaya dan ras di Prabumulih, sejumlah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah serta seluruh anggota Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Prabumulih dan Polres Prabumulih menyatukan visi misi bersatu dalam mengatasi konflik.
Ketua MUI kota Prabumulih, H Ali Aman SAg mengatakan, saat ini pihaknya bersama Ormas Islam lainnya telah berkomitmen bersama pihak Polri dan TNI untuk melakukan pencegahan konflik termasuk mewaspadai ajaran organisasi yang menyimpang mengatasnamakan agama Islam.
"MUI, Polri dan TNI serta tokoh-tokoh agama dan masyarakat di Prabumulih diharap bersinergi dan bersatu untuk saling mengajak seluruh masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh organisasi-organisasi menyimpang," ujar ketua MUI, H Ali Aman didampingi Ketua NU, Mipta Hudin, Ketua Muhammadiyah, Wagiyo dan Ketua FKUB, Usman Jakfar saat dibincangi wartawan, akhir pekan kemarin.
Menurut Ali Aman, konflik di beberapa daerah terjadi karena adanya hasutan dari oknum-oknum yang ingin merusak persatuan umat beragama. "Yang jelas kalau ada organisasi tujuannya untuk kemaslahatan masyarakat secara umum maka kita sama. Tapi kalau membuat semacam onar atau keributan dan rusuh, baik saling hujat menghujat dan bebuat keji, jelas kami tidak setuju, karena islam itu tidak mengajarkan saling hujat dan islam itu indah," ungkapnya.
Ali Aman menuturkan, sinergisitas ini tentunya harus dilakukan secara berkesinambungan dengan baik bersama penegak hukum maupun aparatur pemerintah setempat serta mengimbau agar masyarakat lebih selektif dalam mengikuti kegiatan organisasi baru, karena dikhawatirkan ajarannya melenceng dari Al-Qur’an dan Al-Hadits.
"Islam itu adalah agama yang cinta damai dan sangat mengharapkan ketenangan dan kedamaian. Jadi tidak ada masalah yang bisa dikatakan rusuh atau konflik, Islam tidak mengajarkan umatnya berbuat kerusuhan. Visi misi MUI sendiri adalah mengajak dan mengimbau, membimbing dan mengarahkan masyarakat Islam khusunya untuk kepada perbuatan-perbuatan baik. Islam itu indah sekali," terangnya.
Hal senada disampaikan, Ketua NU, Mipta Hudin menuturkan, semua pihak tentunya harus terus menjaga kesatuan demi menangkal masuknya aksi sekaligus tindakan radikalisme dengan tetap menjaga jalinan toleransi sesama umat beragama di seluruh wilayah.
"Sebetulnya kalau kita dari NU juga sama ya. Apalagi di kota Prabumulih ini juga kan mayoritasnya Islam. Kita juga punya program yang sama seperti Gamis ini namun prioritas kita untuk ke desa-desa. Jadi, tentunya semua umat beragama harus tetap menjaga kekompakan dan kerukunan yang selama ini terjalin dengan baik," tandasnya.
Sedangkan, Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE MM mengatakan dirinya sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan sejumlah ormas Islam di Prabumulih. Menurutnya, pihaknya maupun pemuka agama harus bersinergi untuk menyikapi dinamika yang saat ini terjadi di daerah lain. "Kita jajaran Polri dan Ormas-ormas yang ada maupun pemuka agama di Prabumulih akan selalu saling mendukung untuk mewujudkan kota ini tetap kondusif," katanya.(eds)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/para-tokoh-agama-prabumulih-bersama-kapolres_20170129_163050.jpg)