Balita Penderita Hidrosefalus

Tidak Ada Biaya dan Tidak Pernah Diimunisasi, Kepala Sasa Terus Membesar Kena Hidrosefalus

Dua bulan merasakan kebahagian, setelah Sasa dilahirkan, selanjutnya keluarga Budi terus dirundung kesediahan.

Editor: Hartati
TRIBUNSUMSEL.COM/SLAMET TEGUH RAHAYU
Anita (kanan) menemani putri tunggalnya Sasa Ramadhani yang terdeteksi mengalami penyakit hidrosefalus 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Rasa bahagia awalnya menyelimuti keluarga Budi dan Anita, saat tengah menunggu kehadiran anak pertama mereka.

Kebahagian mereka bertambah ketika anaknya yang bernama Sasa Ramadhani ini lahir dengan keadaan normal tak kurang satu apapun.

Dua bulan merasakan kebahagian, setelah Sasa dilahirkan, selanjutnya keluarga Budi terus dirundung kesediahan.

Bagaimana tidak, putri tunggalnya tersebut divonis dokter mengalami penyakit hidrosefalus.

Saat itu, awalnya kepala Sasa tak langsung membesar. Namun dibagian ubun-ubunnya terasa sangat lembut.

Lama dibiarkan saja, lama-lama kepala Sasa yang lembut itu terus membesar, hingga diameter kepalanya saat ini mencapai sekitar 40 cm.

"Awalnya sehat, saat lahir itu beratnya 2,6 kg (kilogram). Semenjak usianya 2,5 bulan itu kepalanya lembut seperti balon, dan terus membesar," ujar Anita saat dibincangi Tribunsumsel di kediamannya di Jalan Pahlawan IV RT 80 RW 31 Kelurahan Sako Kecamatan Sako, Senin (16/1/2017).

Anita menjelaskan, karena keterbatasan pengetahuan dan biaya, saat itu Sasa tak langsung dibawa untuk berobat.

Setahun berjalan, dan membuat kepalanya semakin membesar, Sasa baru mendapatkan perawatan.

"Tahunya sudah besar begini. Memang dari kecil juga tidak pernah mendapatkan imunisasi," terangnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved