Desti Dianiaya dan Diseret Hingga Pingsan Hanya karena Hal Ini

Beruntung kejadian tersebut pun dilihat oleh ayah dan saudara kandung korban yang sempat melerai korban dan terlapor.

Desti Dianiaya dan Diseret Hingga Pingsan Hanya karena Hal Ini
tribunsumsel.com/Sri Hidayatun
Desti melaporkan tindakan peniayaan yang dilakukan tetangganya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Rabu (11/1/2017). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Hanya masalah sangat sepele, ibu rumah tangga yakni Desti Yanti (32) mengalami luka-luka bahkan sempat pingsan setelah dianiaya oleh LS (35) dan HM (53) yang tak lain tetangganya sendiri.

Pasalnya hanyalah kecil, yakni karena gara-gara air bekas cucian korban tak sengaja mengalir hingga kerumah terlapor sehingga terjadilah penganiayaan tersebut hingga korban pingsan.

Akibat kejadian tersebut pun membuat korban melaporkan tindakan kedua terlapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Rabu (11/1/2017).

Warga jalan Pintu Besi, Lorong Pasar I, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Palembang mengatakan
awal kejadian bermula saat korban usai mencuci pakaian dirumahnya, Senin (11/1) sekitar pukul 08.00 wib.

Lalu, korban pun membuang air cucian tersebut namun tanpa disengaja air cucian tersebut pun mengalir didepan rumah terlapor sehingga membuat basah rumah terlapor.

Terlapor HM pun langsung marah-marah dan terjadilah cekcok antara terlapor HM dan korban yang mengundang terlapor LS menganiaya korban.

Dalam penganiayaan tersebut, korban pun dijambak rambutnya lalu diseret ke lantai hingga korban pun tak sadarkan diri.

Beruntung kejadian tersebut pun dilihat oleh ayah dan saudara kandung korban yang sempat melerai korban dan terlapor.

Namun saat dilerai malah terjadi juga aksi serang balik dari korban yang terbawa emosi.

Akibatnya, saksi Mariani terjatuh dan mengalami luka memar dibagian tangan kanannya.

"Kalau ribut memang sudah sering, tetapi cuma sekedar ribut dan tak sampai begini.Ini baru pertama kali seperti ini,"tegas korban.

Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved