Ikut Lelang Jabatan, Pejabat Keringat Dingin Jalani Tes
Tim penilai juga melihat inovasi dan pembaharuan hasil pekerjaan mereka, termasuk juga melihat motivasi perilaku dan karakter ASN.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Hartati
Laporan Wartawan Tribunsumsel.Com, Eko Hepronis
TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS --Tahapan pelaksanaan pemaparan dan wawancara proses pengisian jabatan eselon II pimpinan tinggi pratama yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) resmi dimulai Senin (9/1).
Proses pemaparan dan wawancara yang akan berlangsung hingga Rabu (12/1) mendatang ini, diikuti 36 Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memperebutkan 12 jabatan.
Suasana tegang pun sangat terasa selama proses paparan dilakukan.
Bahkan, tak sedikit peserta tes yang terlihat berkeringat dingin usai mengikuti proses paparan dan wawancara.
Seperti A Rachman, seorang peserta tes yang saat ini menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Mura, yang usai pemaparan dan wawancara disapa Tribun Sumsel, terlihat tegang dan berkeringat dingin.
"Oh ini karena AC di ruangannya tadi terlalu dingin," kilahnya.
Ketua Tim Pansel Lelang Jabatan Prof M Sobri saat dibincangi awak media menyampaikan proses tahapan pemaparan dan wawancara ini merupakan tahapan akhir dalam proses lelang jabatan, setelah kemarin dibuka oleh tim komisi ASN.
Profesor bidang Administrasi Negara inipun mengungkapkan, ada ASN yang saat melakukan pemaparan kondisinya panas dingin.
Menurutnya hal itu dikarenakan grogi atau jarang melakukan paparan.
"Proses pemaparan dan wawancara ini sama seperti ujian kompre saat sidang skripsi atau tesis, jadi wajar bila ada yang grogi, ketika keluar dari ruangan tiba-tiba dingin," ujarnya seraya bercanda.
Selain pemaparan maupun wawancara yang dinilai oleh tim, penilaian juga didasarkan pada hasil assesment beberapa waktu lalu, dan termasuk juga melihat track record ASN yang menyampaikan pemaparan ini.
Tim penilai juga melihat inovasi dan pembaharuan hasil pekerjaan mereka, termasuk juga melihat motivasi perilaku dan karakter ASN.
"Karena itu juga menentukan seseorang untuk menduduki sebuah jabatan, dan dari hasil beberapa orang yang telah melaksanakan pemaparan dan wawancara hasilnya sangat variatif, ada yang menonjol baik kompetensi maupun nilai keseluruhannya, namun ada juga yang standar atau sedang-sedang saja," ucapnya.
Sebelum menutup pembicaraan, M Sobri menegaskan, untuk proses hasil dikembalikan lagi kepada Bupati Musi Rawas (Mura), karena mereka hanya berwenang melakukan rekap dan merumuskan hasilnya.
Bagi yang peminat formasi jabatan lebih dari tiga, akan diambil tiga besar saja.
"Hasil ini atas nama tim, akan dikirim ke Bupati Mura, lalu bupati konsultasi ke komisi ASN, setelah selesai baru dilaporkan ke DPRD," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/lelang-jabatan-musirawas_20170109_161351.jpg)