Breaking News:

2017, REI Sumsel Target Bangun 10 Ribu Unit

tetap ada berbagai macam insentif fiskal dari pemerintah bagi rumah subsidi/FLPP, salah satunya berupa pajak nol persen

TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF BASUKI ROHEKAN
Ketua DPD REI Sumsel Hariyadi Begawan. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Arief Basuki Rohekan

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG--Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Daerah Sumsel, berharap market penjualan bagi rumah komersil akan lebih banyak pada 2017 mendatang, disamping terus membidik segmen menengah-bawah untuk meningkatkan target penjualan properti pada 2017.

Untuk target tahun depan pihaknya tidak mematok angka tertentu, tapi tetap optimis bisa membangun sekitar 10 ribu unit, naik dari 2016 yang hanya 8 ribu unit.

"Disamping supply produk perumahan untuk lebih fokus ke segmen menengah ke bawah (middle low), kita berharap penjualan rumah komersil ikut membaik. Soal target tahun depan kita tidak muluk-muluklah, hanya sekitar 10 ribu unit," kata Ketua DPD REI Sumsel Hariyadi Begawan, Rabu (28/12/2016).

Menurut Hariyadi, dengan ekonomi yang mulai membaik, yang berdampak dengan daya beli masyarakat, implikasinya penjualan rumah menengah keatas jadi ikut terdongkrak.

"Prediksi para pakar ekonomi, semester kedua tahun 2017 penjualan rumah akan membaik, dan kita prediksi penjualan rumah komersil bisa naik sekitar 40 persen," jelasnya.

Sementara untuk segmen menengah ke bawah, dijelaskan Hariyadi merupakan satu-satunya segmen penjualan properti, yang tidak mengalami kontraksi pada 2016 dibanding segmen lainnya, dan dipastikan tahun depan akan menjadi hal serupa.

Mengingat segmen ini diungkapkan Hariyadi, tetap ada berbagai macam insentif fiskal dari pemerintah bagi rumah subsidi/FLPP, salah satunya berupa pajak nol persen untuk PPn serta penyederhanaan izin, dan subsidi DP.

"Sepertinya MBR tetap mendominasi, mengingat kemudahan selama ini akan diteruskan pemerintah," tandasnya.

Ditambahkannya, untuk saat ini rumah subsidi untuk wilayah Sumsel masih di kisaran Rp116,5 juta. Namun dipastikan, pada 1 Januari 2016 harga akan naik menjadi Rp 123 juta per unit, tetapi ia berharap hal itu tidak mengurangi daya beli masyarakat, agar bisa ikut berperan mendukung program satu juta rumah pemerintah dengan baik.

Hariyadi menyebutkan hingga akhir tahun 2016 penjualan rumah oleh para pengembang anggota REI Sumsel masih di bawah 8 ribu unit, jauh dari target tahun ini mencapai 12 ribu unit.

Menurut dia, stagnam penjualan rumah karena daya beli masyarakat yang menurun, akibat faktor ekonomi dan sejumlah komoditas pertanian unggulan Sumsel sedang anjlok.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya belum mematok target kedepan, akan bisa membangun lebih besar dari target sebelumnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved