Natal 2016, Umat Kristiani Diajak Berbela Rasa Kepada Sesama
Perayaan Hari Kelahiran Yesus Kristus pada tahun 2016 bagi umat kristiani merupakan warga gembira yang luar biasa,
Penulis: Yohanes Tri Nugroho |

Laporan wartawan Tribun Sumsel, Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Perayaan Hari Kelahiran Yesus Kristus pada tahun 2016 bagi umat kristiani merupakan warga gembira yang luar biasa, dibalik kegembiraan itu Yesus mengingatkan umat-Nya untuk memiliki hati berbela rasa dan mengekspresikannya dalam tindakan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Tema Natal 2016 adalah “ Hari Ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan di Kota Daud,” (Lukas 2:11). Tema yang menunjukkan tindakkan Allah untuk memperbaiki situasi hidup umat-Nya, teladan bela rasa serta memberi dorongan untuk lebih berbakti dan taat kepada Allah dalam pilihan hidup.
“ Hari Natal bagi umat kristiani merupakan warta gembira, tapi dibalik itu ada makna yang wajib ditangkap, Yesus adalah Allah yang berbela rasa bagi kita umat-Nya yang terjebak pada lumpur dosa, oleh karena itu kita juga membalasnya dengan memilik hati yang berbela rasa kepada sesama,” ungkap Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang,Pastor Felix Astono Atmaja, SCJ, Jumat (23/12).
Ia menyampaikan kelahiran Yesus melalui rahim Bunda Maria menunjukkan hati berbela rasa yang mau menanggalkan keAllahan-Nya dan mengenakan seragam kemanusiaan. Semua hal itu dilakukannya untuk mengembalikan martabat umat- Nya sebagai anak Allah dari dosa yang membelenggu.
Natal 2016 merupakan bentuk kehadiran Yesus sebagai Allah yang menyertai, membantu dan mengangkat Umat-Nya dari situasi dan kondisi yang selama ini mengurung. Sehingga dalam konteks ini, umat kristiani wajib bersyukur akan rahmat yang luar biasa dan besarnya cinta yang telah diberikan Allah.
“ Kita perlu bertanya pada diri, Allah Ilahi agung dan mulia telah berbela rasa demi keselamatan kita,lalu bagaimana dengan kita, apakah kita tetap berdiam diri atau ikut berbela rasa menghadapi situasi dan kondisi yang dihadapi dunia atau lingkungan kita ? “ jelasnya
Ia melanjutkan hati yang berbela rasa perlu diekspesikan dalam tindakan konkret, bukan hanya dalam liturgis natal yang meriah dan gegap gempita. Namun ungkapan sukacita, harus diwujudkan dalam bentuk belas kasih Allah yang terlihat dalam perbuatan serta tutur kata pribadi masing masing.