Maryono Tancapkan Pisau di Ulu Hatinya

Berdasarkan keterangan keluarganya, korban memang memiliki riwayat penyakit paru-paru, asma kronis yang tidak kunjung sembuh.

SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
 TANCAPKAN PISAU – Maryono dengan luka tusuk di dadanya yang diduga dilakukannya sendiri menggunakan pisau hingga mengenai ulu hatinya,  Rabu (21/12/2016)  

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA  – Warga Desa Rejodadi, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur, Rabu (21/12/2016) sekitar pukul 07.30, geger setelah mendengar teriakan Predo, warga Desa Rejodadi yang menemukan orangtuanya Maryono (38) tergeletak bersimbah darah dengan luka tusuk tepat di bagian dadanya.

Maryono diduga mengalami depresi sehingga nekat mengakhiri nyawanya sendiri dengan menusukkan sebilah pisau tepat di bagian ulu hatinya. Maryono dunia ketika dalam perjalanan menuju rumah sakit terdekat.

Informasinya Rabu (21/12) pertamakali tubuh Maryono ditemukan oleh anaknya Predo di ruang tengah rumahnya dengan luka tusuk di bagian dadanya.

Melihat orangtuanya sudah tergeletak bersimbah darah, Predo kemudian langsung mencari bantuan dengan memanggil warga sekitar.

Warga yang mendengar kabar tersebut langsung berdatangan dan membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

Namun karena luka tusuk yang diduga sudah mengenai ulu hati korban, nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia ketika dalam perjalanan menuju rumah sakit.

“Kami terkejut ketika mendengar kabar Pak Mar meninggal dunia dengan luka tusuk di dadanya. Selama ini tidak ada riwayat permusuhan atau masalah,” ungkap Hamdi warga sekitar ketika melihat kondisi tubuh korban.

Menurut Hamdi, setelah mengetahui korban meninggal dunia, warga kemudian berinisiatif unutk menghubungi pihak kepolisian untuk segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan penyebab kematian maryono apakah benar bunuh diri atau dibunuh.

“Setelah polisi datang dan melakukan pemeriksaan diketahui bahwa dia memang bunuh diri dengan menancapkan pisau ke dadanya yang tepat mengenai ulu hatinya,” jelasnya.

Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru melalui Kasubag Humas AKP Hardan ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan, pertamakali yang menemukan tubuh Maryono adalah anaknya yang terbangun karena mendengar ada benda jatuh di ruang tengah rumahnya.

Ketika anaknya keluar, dia melihat orangtuanya sudah tergeletak bersimbah darah dengan luka di bagian dadanya. Predo kemudian langsung mencari pertolongan.

“Korban mengalami luka tusuk dibagian ulu hati sepanjang 5 Centimeter. Berdasarkan keterangan keluarganya, korban memang memiliki riwayat penyakit paru-paru, asma kronis yang tidak kunjung sembuh,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan dirumah Maryono kata Hardan, polisi juga menemukan Barang Bukti (BB) berupa satu bilah pisau dengan panjang 40 Cm yang sudah berlumuran darah yang diduga digunakan korban untuk bunuh diri.  (Evan Hendra)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved