Kota Lama Menjadi Desinasi Wisata Baru Kayu Agung

“Wisatawan akan menjadikan Kota Lama sebagai spot fotografi karena ada rumah di Kota Lama bercorak Eropa dan China,” tandas Dedy.

SRIPOKU.COM/MAT BODOK
MENGECAT – Bupati H Iskandar SE, Kajari Viva, Managing PT Sampoerna Agro Parluhutan, Manajemen PT OKI Pulp and Paper Milis Gadang mengecat untuk mempercantik kota lama bercorak Eropa dan China. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Seluruh stakeholder terkait di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sedang gencar dan berusaha mengembangkan area Kota Lama menjadi destinasi wisata baru di Kota Kayuagung.

Kota Lama di perkotaan Kayuagung meliputi Kelurahan Mangunjaya, Jua-Jua, Paku dan sebagian Sukadana. Predikat sebagai Kota Lama dikarenakan hampir seluruh bangunan rumah di sana sudah berusia tua.

Walau ada rehabilitasi rumah, namun tidak mengubah tampilan rumah kunonya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata OKI H Amirudin SSos MSi, Selasa (20/12/2016) mengungkapkan, berbagai upaya Pemkab OKI kini sedang melakukan untuk mempercantik dan menambah keasrian Kota Lama.

Apalagi upaya ini mendapat dukungan dari pemerintah pusat dan support dari berbagai pihak ketiga, seperti perusahaan perkebunan.

Ketika ditanya apa saja yang sudah dilakukan untuk mempercantik rumah lama yang ada Kayuagung? Amirudin menyebutkan, pekerjaan dilakukan secara bertahap seperti pengecatan rumah dengan berbagai warna, taman bermain anak dan keluarga, kuliner makanan khas Kayuagung seperti kerupuk/kemplang serta hasil kerajinan tangan.

Belum lama ini juga sudah diselenggarakan berbagai macam kegiatan olahraga, lomba lari sejauh 5 Kilometer melintasi Kota Lama. 

“Itu untuk memperkenalkan Kota Lama kepada peserta lomba yang jumlahnya ribuan orang. Nantinya akan menarik simpati para pendatang untuk menikmati pemandangan Kota Lama serta bersantai di pinggir Sungai Komering,” kata Amirudin.

Lebih jauh dikatakannya, hingga saat ini sudah lebih dari 30 rumah khususnya di Mangunjaya yang menjadi objek pengecatan bangunan.

Mulai awal tahun 2017 objeknya akan terus ditambah dan meluas ke Kelurahan Jua-Jua serta Paku. Program ini murni tidak menggunakan APBD OKI karena telah didukung pemerintah pusat dan pihak ketiga.

Ceritanya pula tentang sejarah Kota Lama, kawasan itu sebelumnya merupakan pusat perkotaan karena sebelum banyak transportasi darat, warga memanfaatkan perahu untuk beraktifitas sehari-hari dan dermaganya di area Kota Lama.

“Dulu ada Pasar Tapai pada malam Sabtu dan pasar kalangan di hari Sabtunya, jadi sangat ramai,” ujar Amirudin didampingi Kabid Pariwisata Nila Maryati.

Sementara itu, Camat Kota Kayuagung H Deddy Kurniawan SSTP MSi menambahkan, lomba lari akan dijadikan agenda tahunan untuk kian mempromosikan Kota Lama.

Rumah di Kota Lama yang pertama dibangun dilakukan tahun 1912 silam.

“Wisatawan akan menjadikan Kota Lama sebagai spot fotografi karena ada rumah di Kota Lama bercorak Eropa dan China,” tandas Dedy. Mat Bodok

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved