Wanita Harus Punya "Panggung Sendiri", Ini Maksudnya
Weny melanjutkan, perempuan meskipun sudah menjadi ibu rumah tangga harus punya me time atau waktu untuk diri sendiri.
Penulis: Weni Wahyuny | Editor: Hartati
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT - Perempuan harus punya panggung sendiri.
Hal tersebut disampaikan oleh Pemimpin Redaksi Tribun Sumsel Hj L Weny Ramdiastuti saat menjadi narasumber di Seminar Smart Woman "Ibu Eksis Ibu Bahagia" di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Lahat, Senin (19/12/2016).
Panggung sendiri yang dimaksud, lanjut Weny adalah punya kegiatan selain dari ibu rumah tangga.
"Kita harus punya panggung sendiri. Misalnya tidak ada kegiatan, hanya duduk manis di rumah, cari kegiatan sendiri agar hidup bermakna. Kita bisa jualan online, perpanjangan diri sendiri di internet. Kalau tidak ada panggung sendiri maka akan menjadi pribadi yang pengomel," kata Weny.
Weny melanjutkan, perempuan meskipun sudah menjadi ibu rumah tangga harus punya me time atau waktu untuk diri sendiri.
"Pergi ke mall, sekali-sekali ngopi silahkan. Jangan dengarkan kata ibu-ibu yang lainnya yang mengatakan untuk apa pergi kesana sini. Biar sendirian tapi Happy," ucapnya.
Weny menyebutkan persoalan mendasar perempuan adalah harga diri, pasangan, kecantikan, uang, KDRT, sunat perempuan, pelecehan, trafficking, kuota perempuan di parlemen di bawah 20 persen, pendidikan rendah, peran perempuan dibidang publik masih rendah , angka kematian ibu melahirkan masih tertinggi di ASEAN.
"Harga diri menjadi persoalan mendasar. jangan galak (mau) disegak-segak (bentak) oleh laki (suami), jangan juga melawan. Jadi kita harus tahu kapan kota berkomunikasi menyampaikan pesan kepada suami, neuronnya banyak lah kita," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/seminar-pkk-lahat_20161219_112602.jpg)