Daya Beli Masyarakat Jadi Masalah Klasik Pengusaha Properti

Hal tersebut diungkapkan ketua Real Estate Indonesia (REI) Sumatera Selatan (Sumsel) Hariadi Benggawan, terkait progres target pembelian dan penjualan

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: M. Syah Beni
TRIBUNSUMSEL.COM/ ARIEF B ROHEKAN
ketua Real Estate Indonesia (REI) Sumatera Selatan (Sumsel) Hariadi Benggawan (dua dari kiri) didampingi sekretaris DPD REI Sumsel Bagus Abadi Jaya, saat memberikan bantuan baksos secara simbolia ke pantia asuhan nur asiyah 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,-- Salah satu hal yang menjadi masalah klasik dalam penjualan perumahan saat ini, adalah affordability atau keterjangkauan harga oleh daya beli masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan ketua Real Estate Indonesia (REI) Sumatera Selatan (Sumsel) Hariadi Benggawan, terkait progres target pembelian dan penjualan rumah hingga akhir tahun 2016.

"Kendala selama ini masih daya beli masyarakat," kata Hariadi disela- sela kegiatan Bhakti Sosial (Baksos) ke Panti Asuhan Nur Asiyah Jalan Balayuda Palembang, dalam rangka dua tahun masa bakti kepengurusan kepengurusan DPD REI Sumsel 2014- 2017, Jumat (9/12.2016).

Menurut Hariadi progres pembangunan rumah yang dilakukan REI Sumsel dalam mendukung program 1 juta rumah, hingga sekarang masih jauh dari harapan dan tidak jauh berbeda dengan capaian tahun sebelumnya.

"Seperti yang kita prediksi 2 hingga 3 bulan lalu, jika target 12 ribu tidak tercapai, jumlahnya kira- kira sama dengan capaian tahun lalu sekitar 8.000 unit, hingga akhir Desember nanti," ujarnya, seraya perumahan itu didominasi MBR 90 persen dan 10 persen perumahan komersil.

Meskipun begitu, Hariadi memprediksi jika pada 2017 mendatang gairah penjualan perumahan akan mulai meningkat, seiring perekonomian yang mulai membaik.

"Predikai menurut pakar- pakar, pada semester I tahun 2017 properti mulai membaik, dan di semester II keadaan hampir pulih," terangnya.

Selain itu, adanya pernyataan Presiden RI (pemerintah) Joko Widodo dalam Munas REI beberapa waktu lalu, yang akan terus mendorong kemudahan dalam peruntukan perumahan MBR bagi masyarakat dengan kebijakan dibuat, jelas akan mempermudah merealisan target 1 juta rumah.

"Dalam Munas REI mereka (pemerintah) menekankan kembali untuk rumah MBR, dan Presiden terus membuat kebijakan pendukung, termasuk terus menganggarkan dana dal bentuk subsidi dan sebagainya, termasuk soal perizinan," capnya.

Sementara dalam Baksos ke Panti Asuhan itu sendiri, Hariadi yang didampingi sekretaris DPD REI Sumsel Bagus Abadi Jaya dan Sekretaris eksekutif Abdull Rozak, serta beberapa pengurua lainnya menyatakan, kegiatan itu adalah program tahunan Bakso yang ada di REI Sumsel, termasuk kegiatan sosial saat kejadian kebakaran rumah penduduk.

Dimana dananya, berasal dari patungan anggota, dan pengembang yang tergabung dalam REI Sumsel.

"Kita berikan sembako dan dana tunai, harapannya apa yang kita berikan dapat berguna bagi mereka, dan aktivitas panti asuhan tetap berjalan baik,"tutupnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved