Camat dan Asisten Setda Duduk Bersama Mencari Solusi Masalah Tapal Batas

Pihaknya juga akan menginventarisir persoalan-persoalan yang sama terkait desa-desa yang berselisih tapal batas.

Editor: Hartati
TRIBUNSUMSEL.COM/SLAMET TEGUH RAHAYU
ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM,BATURAJA - Tapal batas dua desa, Desa Pengandonan dan Desa Semanding di Kecamatan Pengandongan, Kabupaten Ogan Komering (OKU) belum selesai.

Agar tidak memanas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU, turun tangan langsung mencarikan solusinya.

Sampai-sampai perwakilan pemerintah melalui Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) OKU, Mirdaili SSTP MSi, menyambangi lokasi dan menemui Camat Pengandonan.

"Kita baru duduk bertemu Camat dan perwakilan desa masing-masing di Kantor Camat Pengandonan. Permasalahan tapal batas antara Desa Pengandonan dan Desa Semanding memang harus cepat dicarikan solusinya karena memang sudah lama terjadi perselisihan antarwarga disana,” kata Mirdaili kepada wartawan.

Dari hasil kunjungan pertamanya di Kantor Camat Pengandonan, pihaknya akan menindaklanjuti dengan pertemuan melibatkan unsur-unsur terkait.

Sehingga nantinya ditemui titik terang akan bagaimana tapal batas yang diperselisihkan kelar secepatnya.

Maklum, sambung dia, masih banyak di desa-desa batas wilayahnya belum ada tanda-tanda (patok) permanen.

Biasanya dulu masyarakat dan perangkat desa membuat pembatas antar wilayah desa dengan tanam tumbuh seperti pohon bambu dan lain sebagainya.

“Nantinya kita akan tentukan di lapangan bersama unsur terkait. Mencari titik-titik koordinatnya, mana batas desa ini, mana batas desa itu lalu kita pasang patok permanen sehingga menjadi jelas. Harapannya ke depan masyarakat Desa Pengandonan dan Desa Semanding tidak lagi berselisih masalah batas mereka,” katanya.

Pihaknya juga akan menginventarisir persoalan-persoalan yang sama terkait desa-desa yang berselisih tapal batas.

Dia meyakini masih ada permasalahan tersebut selain di Desa Pengandonan dan Desa Semanding.

Semuanya akan diselesaikan dengan cara kebersamaan.

Agar kedepannya tidak memantik konflik antar warga lantaran gara-gara tapal batas semata.(rws)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved