Lippo Plaza Buka Tukang Ojek Pun Untung

Selain mampu memberi lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kota Lubuklinggau, keberadaan Lippo Plaza yang beroperasi secara resmi sejak Sabtu (26/11) lal

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Kharisma Tri Saputra
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
Walikota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Selain mampu memberi lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kota Lubuklinggau, keberadaan Lippo Plaza yang beroperasi secara resmi sejak Sabtu (26/11) lalu, juga akan memberi keuntungan bagi profesi yang telah ada sebelumnya.

"Contoh ada yang datang ke mall ini, menginap di hotel, bosan makan disini, mau makan di warung-warung, seperti pecel lele. Waktu makan pengamen datang, tapi kalau tidak ada orang, pengamen tak dapat. Mungkin mereka dari hotel ingin jalan-jalan naek ojek, tukang ojek juga akan dapat. Jadi menimbulkan domino effect bagi perekonomian," ungkap Walikota Lubuklinggau H Prana Putra Sohe usai menghadiri pembukaan Lippo Plaza Lubuklinggau.

Wali kota yang biasa disapa Nanan ini mengaku sangat bersyukur atas investasi yang dilakukan Lippo Group. Dengan hadirnya Lippo Group melalui pembangunan Lippo Plaza yang terdiri dari Hypermart, Matahari, Cinemaxx, serta sejumlah tenant, memiliki makna tersendiri bagi Kota Lubuklinggau.

Menurutnya, dengan kehadiran Lippo Plaza Kota Sebiduk Semare dapat berubah menjadi kota destinasi atau tujuan.

"Bukan hanya sebagai kota transit, tetapi benar-benar tujuan," katanya.

Kehadiran Lippo Group ini juga diharapkan membangun daya saing dengan meningkatkan jumlah pengunjung yang datang.

Jika normalnya Kota Lubuklinggau didatangi 100-200 orang saja, ke depan diharapkan dapat menjadi 500-1.000 orang yang datang, baik dari sekitar kota, maupun dari luar Kota Lubuklinggau.

Terkait penyerapan tenaga kerja, ia mengklaim jika kehadiran Lippo Group ini mempekerjakan lebih dari 80 persen warga asli Lubuklinggau atau sekitar 500 orang.

Jumlah itu akan bertambah jika Cinemaxx serta sejumlah hotel segera beroperasi, yang bisa menyerap hingga 800 tenaga kerja lokal.

"Siapa yang mampu memberi lapangan pekerjaan begitu. Pemerintah saja tidak mampu kok, penerimaan CPNS dua tahun tidak ada. Itupun kemungkinan hanya 100-200 orang, dengan hadirnya ini sudah 700 tenaga kerja. Belum lagi hotel-hotel yang akan dibangun, memberikan kesempatan kerja baru," jelasnya.

Dengan total investasi hampir Rp 2 Triliun, jelas keberadaan Lippo Group di Kota Lubuklinggau mendukung terwujudnya visi di sektor perdagangan.

"Yang ingin dibangun pemerintah lainnya di sektor perdagangan ya itu tadi, pusat pasar grosir Linggau Trade Center, itu merupakan kaplingan pemerintahan," tuturnya.

Bahkan, ia optimis Kota Curup Bengkulu yang bersebelahan langsung dengan Kota Lubuklinggau juga akan terkena imbasnya, misalnya di sektor sayur mayur. "UMKM kita juga diprediksi bisa lebih hidup dengan keberadaan Hypermart, jika ada produk yang layak mungkin bisa dijual disana," ucapnya.

Iapun meminta semua pihak untuk jangan berpikir dari sisi kapitalis secara berlebihan. Apalagi di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), seluruh pihak diminta untuk berpikir.

"Apa kita mau di indonesia ini dimasuki kartel-kartel dan investasi dari luar Indonesia sendiri. Sementara ada orang Indonesia mau investasi, kita syukuri dong. Kalau sudah punya asing, tenaga kerja juga asing, habis kita. Kehadiran lippo ini bukan hanya di Linggau saja, dari Aceh, Medan. Aceh saja menerima," tegasnya Mg 18.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved