Persaingan Pasar Semen Memberat, PT SB Siap Bersaing

Direktur Utama (Dirut) PT SB, Pamudji Rahardjo mengatakan persaingan pasar semen akan semakin berat

TRIBUNSUMSEL.COM/RETNO WIRAWIJAYA
Direktur Utama (Dirut) PT SB, Pamudji Rahardjo (duduk,red) sambil berbisik. Disampingnya, Wakil Bupati OKU, Drs Johan Anuar SH MM. 

Persaingan Pasar Semen Memberat, PT SB Siap Bersaing

TRIBUNSUMSEL.COM,BATURAJA - Direktur Utama (Dirut) PT SB, Pamudji Rahardjo mengatakan persaingan pasar semen  akan semakin berat. Sekarang ini saja, dari 4 merek kontinu sekarang di Sumsel sudah ada tujuh merek.

"PemaIn baru sekarang ini sudah banyak melakukan produksi secara komirsial. Jadi kedepan persaingan begitu berat," kata Pamudji saat acara ramah tamah dalam rangka peringatan HUT PT SB di Aula Islamic Center Baturaja, Minggu (13/11/2016).

Namun tidak mesti khawatir. Mereka optimis bisa bersaing dan merebut pasar. Kebutuhan semen pertahun mencapai 5,5 juta ton pertahun untuk beberapa daerah.

Diantaranya, Jambi, Bengkulu, Babel dan beberapa daerah lainya. Sementara PT SB sendiri pertahun memproduksi 1,85 juta ton semen belum lagi ditambah jika pabrik PT SB II selesai nantinya, akan menambah produksi total dari dua pabrik sebanyak lebih kurang 3,5 juta ton.

"Artinya peluang sangat besar. Tentunya untuk merebut pasar kita tidak bisa kerja sendiri. Butuh sinergi dari semua pihak. Untuk itu, kami mengajak Distributor dan Produsen dan lainya untuk sinergi mengempur pesaing dilapangan. Jika sudah sinerji pasar akan kita kuasai," katanya.

Lesunya pertumbuhan perekonomian nasional hingga saat ini masih berlangsung. Bukan saja dirasa para pelaku usaha kecil dan menengah tapi turut dirasa perusahaan-perusahaan besar, termasuk perusahaan dibawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PT Semen Baturaja Tbk (PTSB).

Menurut Direktur Umum dan SDM PTSB, Ramlan Kurniawan SE, melalui Humas Gili Aprial Braja, kepada wartawan, secara umum kondisi industri semen nasional masih belum menunjukkan kenaikan yang signifikan.

Tercatat, kata Gili, akhir kuartal III hanya mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 3,8 persen.

“Data dari Asosiasi Semen Indonesia menunjukkan bahwa total supply semen nasional sampai dengan kuartal III 2016 mencapai 43,1 juta ton semen sementara total konsumsi atau demand semen nasional diperkirakan mencapai 45,9 juta ton semen,” ujarnya.

Dengan kondisi ini menurut dia tentu saja memberikan tekanan kepada seluruh produsen semen di Indonesia. Untuk berusaha memperluas pangsa pasar dengan berbagai cara.

Belum lagi diproyeksikan dengan mulai beroperasinya pabrik-pabrik baru dan masuknya produsen semen asing hingga akhir tahun 2016.

Kapasitas produksi/supply semen nasional diperkirakan akan meningkat menjadi 77,62 juta ton semen per tahun. Bahkan tahun 2017 diperkirakan akan meningkat menjadi 96,23 juta ton semen per tahun.

Tak terkecuali pihaknya pun menurut Gili ikut merasakan dampak dari lesunya industri semen nasional. Tekanan ini tak berhenti hanya disitu saj. Tahun 2017 ketika Pabrik Baturaja II selesai dibangun dan siap beroperasi secara komersil, maka tanggung jawab yang diemban pihaknya selaku produsen akan semakin berat. Namun PTSB selalu optimis mampu bersaing di pasaran di tengah masuk atau berdirinya pabrik-pabrik baru.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved