Harga Karet Murah dan Tidak Stabil, Petani Pilih Tanam Bawang Merah

Tidak tanggung-tanggung, empat hektare lahan karet dibabat habis sampai ke akar-akarnya.

Harga Karet Murah dan Tidak Stabil, Petani Pilih Tanam Bawang Merah
TRIBUNSUMSEL.COM/RETNO WIRAWIJAYA
Wahyu warga Batumarta, Ogan Komering Ulu (OKU) membongkar habis lahan karet miliknya untuk digantikan bawang merah. 

TRIBUNSUMSEL.COM,BATURAJA - Mengingat hasil dan harga ketah karet yang tidak stabil, Wahyu warga Batumarta, Ogan Komering Ulu (OKU) membongkar habis lahan karet miliknya.

Tidak tanggung-tanggung, empat hektare lahan karet dibabat habis sampai ke akar-akarnya.

Saat dibincangi TribunSumsel.com, Senin (7/11) Wahyu mengaku sengaja melakukan hal itu.

Bekas lahan kebun karet itu akan ia tanamami bawang merah yang ia nilai lebih menjanjikan ketimbang hasil getah karet saat ini.

"Empat hektare saya babat habis. Saya tebangi. Harga karet juga sekarang ini tidak stabil, kadang naik kadang turun. Harga sekarang untuk karet bulanan Rp 7000 per kilogram," kata Wahyu.

Harga itu memang relatif mahal jika dibanding hari-hari biasanya.

Namun dengan usia karet yang sudah belasan tahun hasil getahnya tidak berimbang lagi dengan ongkos perawatan dan pemupukan.

"Maka itu saya pindah ke tanam bawah merah saja," ujarnya.

Untuk tanaman bawang merah ini kata Wahyu keuntungan ia nilai lebih pasti.

Misalnya harga sekarang ini, bawang merah berkisar Rp 40 ribu-60 ribu perkilogram.

Halaman
12
Penulis: Retno Wirawijaya
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved