Gara-gara Salah Pakai Kustom Pria Berkebutuhan Khusus Harus Meregang Nyawa di Tangan Geng

Kanasho Johns (29) dan Kevin Deon Johnson (26), keduanya anggota geng NeigborHood Crips yang selalu mengenakan pakaian berwarna biru

Gara-gara Salah Pakai Kustom Pria Berkebutuhan Khusus Harus Meregang Nyawa di Tangan Geng
afp
ilustrasi: Penembakan di gedung parlemen kanada 

TRIBUNSUMSEL.COM, LOS ANGELES - Dua anggota geng di Los Angeles, AS, Senin (24/10/2016), dinyatakan bersalah melakukan pembunuhan tingkat pertama karena membunuh seorang pria berkebutuhan khusus.

Tavin Price (19), yang mengalami gangguan mental, dibunuh kedua orang itu karena mengenakan pakaian dan sepatu merah, warna yang kerap dipakai geng rival kedua terdakwa.

Berdasarkan berkas dakwaan, Tavin ditembak mati di hadapan ibunya di dekat sebuah tempat pencucian mobil di Hyde Park, wilayah selatan Los Angeles.

Kedua pelaku penembakan, Kanasho Johns (29) dan Kevin Deon Johnson (26), keduanya anggota geng NeigborHood Crips yang selalu mengenakan pakaian berwarna biru.

Kanasho yang melepaskan empat tembakan yang menewaskan Tavin, juga dijerat dakwaan kepemilikan senjata api ilegal.

Terdakwa ketiga, Dwight Kevin Smith (31), sudah memilih mengaku melakukan pembunuhan tak berencana dan terancam hukuman 12 tahun penjara.

"Tavin Price tewas hanya akibat masalah kebanggaan geng, karena kebanggaan geng lebih penting dari hidup seorang Tavin Price," kata jaksa Bobby Zoumberakis di hadapan dewan juri yang beranggotakan empat pria dan empat wanita itu, Senin (24/10/2016).

Zoumberakis menambahkan, Tavin didatangi Dwight, yang memperkenalkan diri sebagai anggota geng NeighborHood Crips dan menanyakan afiliasi geng Tavin.

"Mengapa kamu mengenakan pakaian merah? Dari mana kamu berasal?" ujar Zoumberakis menirukan pertanyaan Dwight Kevin Smith.

Seorang anggota keluarga yang ada bersama Tavin saat itu bersaksi, dia sudah mengatakan bahwa Tavin bukan anggota geng dan dia memiliki kebutuhan khusus.

Tak lama setelah perdebatan itu, Tavin ditembak mati di dekat mobil milik ibunya.

Kanasho dan Kevin Deon terancam hukuman seumur hidup saat vonis dibacakan pada 30 November mendatang. Secara terpisah vonis Dwight Kevin Smith juga akan dibacakan di hari yang sama.

Los Angeles selama ini digambarkan sebagai "ibu kota" geng di Amerika Serikat. Menurut data kepolisian Los Angeles, di kota itu terdapat lebih dari 450 geng yang beroperasi aktif.

Dalam tiga tahun terakhir, kepolisian mencatat sebanyak 491 kasus pembunuhan yang bisa dikaitkan dengan aktivitas geng.

Editor: Ervan Hardoko

Editor: Kharisma Tri Saputra
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved