Pembangunan LRT di Sungai Musi Dapat Perlakuan Khusus Demi Keamanan Jembatan Ampera
Menurut Gunawan pertama yang harus diperbuat adalah aktivitas pembangunan di Sungai jangan sampai menabrak karena air pasang surut.
Penulis: Weni Wahyuny | Editor: Kharisma Tri Saputra
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pembangunan jembatan Light Rail Transit (LRT) di Sungai Musi kota Palembang tergolong rumit lantaran bersampingan dengan Jembatan Ampera.
Kepala Bidang LLAJ dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Sudirman meminta kepada Waskita Karya selaku kontraktor pengerjaan LRT untuk membentuk tim terpadu untuk pengawasan pembangunan khususnya di Sungai Musi.
"Kita meminta kepada Waskita untuk membentuk tim pengawasan sungai yang didalamnya ada BBPJN, Dishub Sumsel, Dishub Pemkot dan pihak terkait lainnya sesuai dengan kebutuhan. Tim dibentuk untuk mengawasi proses pembangunan LRT di Sungai," kata Sudirman di rapat terkait pembangunan LRT di Dishubkominfo Sumsel, Jumat (21/10/2016).
Tim terpadu, lanjut Sudirman dibentuk selain mengawasi agar saat pembangunan tidak menimbulkan dampak ke Jembatan Ampera yang sudah tua, juga mengawasi lalu lintas dan lain sebagainya yang berkaitan dengan aktivitas di Sungai.
Kepala Satker BBPJN Wilayah Metropolis, Gunawan mengatakan pembahasan desain jembatan LRT sudah dibahas di Jakarta , secara prinsip tidak masalah.
Menurut Gunawan pertama yang harus diperbuat adalah aktivitas pembangunan di Sungai jangan sampai menabrak karena air pasang surut.
"Kami minta karena ini jembatan tua kami berharap agar pemasangan sensor agar bisa tahu permasalahan saat pembangunan LRT, jangan sampai menyentuh jembatan Ampera. Sensor ini untuk keamanan, sama dengan saat metode pelaksanaan pemasangan Girder dan lain sebagainya," ucapnya.
Pihak sari Waskita Karya pun mengatakan bahwa memang akan dipasang 4 sensor sebelum dimulai pelaksanaan pembangunan LRT di Sungai Musi.