Peringkat 3 Sementara, Kadispora Sumsel: Ruarrr Biasa

"Ruar biasa," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sumatera Selatan, H Akhmad Yusuf Wibowo yang juga menyaksikan langsung

Penulis: Weni Wahyuny |
TribunSumsel/Weni Wahyuny

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Weni Wahyuny

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - "Ruarrr biasa," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sumatera Selatan, H Akhmad Yusuf Wibowo yang juga menyaksikan langsung prestasi atlet yang saat ini berjuang di Pekan Paralimpiade Nasional XV di Jawa Barat, Minggu (16/10/2016).

"Ruar biasa, hari ini kontingen Sumsel masuk dalam 3 besar Peparnas," kata Yusuf.

Di hari pertama kemarin, Yusuf menginformasikan kontingen Sumsel berhasil menyimpan 2 emas dan 2 perunggu. Sementara diurutan pertama ada tuan rumah Jawa Barat dengan perolehan 17 medali yakni 7 emas, 6 perak dan 4 perunggu, dan urutan kedua ada Jawa Tengah dengan perolehan 8 medali yakni 2 emas, 4 perak dan 2 perunggu.

"Ini spirit kami menambah keyakinan untuk memperoleh medali untuk nomor lainnya," tambah Yusuf.

Yusuf menerangkan, emas pertama yang diraih Sumsel didapatkan oleh Iwan Susanto kategori F12 dengan lompatan sejauh 5,28 meter. Disusul dengan medali perunggu dari Haliman ST dari cabang lompat jauh F 11 kelas Tuna Netra.Beberapa saat kemudian, Sumsel menambah emasnya atan nama Rica Oktavia dari cabor lompat jauh dengan lompatan 4,84 meter dan perunggu terakhir untuk hari pertama diraih oleh Rohim dari cabor tolak peluru.

Perolehan medali kemarin dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk merebut medali cabor lainnya pada Peparnas tahun ini. Ia meminta kepada masyarakat Sumsel khususnya untuk mendoakan yang terbaik untuk prestasi Sumsel Peparnas tahun ini.

"Doakan kami untuk mmeperoleh hasil sesuai dengan yang ditargetkan," harap Yusuf.

Pria yang masih aktif ikut dalam olahraga terjun payung ini juga menginformasikan kondisi para atlet dalam keadaan baik dan siap melanjutkan pertandingan di hari kedua yang jatuh pada Senin (17/10) hari ini.

"Insya Allah tidak ada (cidera), kalau ada yang capek maklum saja. Secara psikologi menghadapi pertempuran, siapapun akan mengalami rasa gerogi dan sebagainya. tinggal lagi bagaimnana mengelolahnya. Itulah faktor mental is everything," tukasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved