Citizen Jurnalism

Le Café Talang Tuwo Kembalikan Spirit Kedai Kopi

Le Café Talang Tuwo, sebuah kedai kopi di Jalan Diponegoro No.240, 26 Ilir, Palembang yang memilih menghidangkan kopi organik dengan misi

Le Café Talang Tuwo Kembalikan Spirit Kedai Kopi
Rel

TRIBUNSUMSEL.COM-SEJAK dahulu Palembang dikenal sebagai “kota makanan”. Hingga saat ini warung kopi banyak bertebaran di setiap sudut  kota ini.

Selain sebagai lokasi yang memiliki berbagai macam kuliner khas, Palembang juga dikenal dengan produk kopi dan teh.

Namun sejalan dengan berkembangnya kopi kemasan atau instan, warung kopi tradisional mulai kehilangan penikmat.

Para penggemar kopi seperti kehilangan “selera”. Mereka pun mengunjungi kedai kopi organik atau asli meskipun harganya tidaklah murah.

Tetapi kedai kopi tersebut, baik bertaraf internasional maupun nasional itu dinilai kehilangan spirit “kerakyatan”.

Kedai-kedai kopi tersebut hanya bertujuan meraih keuntungan, tanpa misi lainnya seperti menjaga kelestarian lingkungan hidup dan upaya peningkatan kesejahteraan petani.

Le Café Talang Tuwo, sebuah kedai kopi di Jalan Diponegoro No.240, 26 Ilir, Palembang yang memilih menghidangkan kopi organik dengan misi menjaga kelestarian lingkungan hidup dan peningkatan kesejahteraan petani.

Hal inilah yang membuat Beni Hernedi, Plt Bupati Musi Banyuasin (Muba), Sumsel, berkenan mengunjungi Le Café Talang Tuwo bersama kerabatnya.

“Le Cafe Talang Tuwo ini memiliki konsep yang sangat menarik, saya memuji apa yang telah diupayakan ini. Selain konsep kampanye lingkungan yang diusung, juga keberanian hanya menggunakan kopi lokal Endikat, Lahat. Ternyata, rasa olahan kopi yang disajikan tidak kalah dengan cafe-cafe yang ada di kota Palembang, Jakarta maupun Bali, yang umumnya menggunakan kopi impor dan selalu berbau kebarat-baratan,” kata Beni, Minggu (09/10/2016) lalu.

Menurut Beni, sejak dahulu komoditas kopi Sumatera Selatan sangatlah besar, tapi potensi tersebut tidak optimal dirasakan para petaninya karena pengolahan yang tidak baik. “Oleh karena itu, yang paling penting dalam hal ini justru kreatifitas pengolahan kopi di hulu. Selama ini kita hanya membeli kopi dari daerah lain bahkan impor. Dengan berbuat di hulu, selain meningkatkan kualitas kopi juga dapat meningkatkan produktifitas petani kopi,” ujarnya.

Sutrisman Dinah, penggiat lingkungan hidup dan senior di kalangan anak-anak PA (Pecinta Alam) di Sumatera Selatan, konsep Le Café Talang Tuwo seperti mengembalikan fungsi kedai kopi di masa awal lahirnya para penggemar kopi di Turki, Perancis, atau Inggris. (Citizen Jurnalism/Jemi Delvian).

Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved