OKU Berharap Bisa Bebas Kaki Gajah
"Untuk tahun 2015 kemarin semuanya terserap yang kita bagikan melalui puskesmas yang ada ditiap kecamatan," paparnya.
TRIBUNSUMSEL.COM, BATURAJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) berharap menjadi daerah bebas serangan kaki gajah (filariasis). Hal ini seiring, pelaksanaan bulan eliminasi kaki gajah (Belkaga) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang direncanakan akan dicanangkan pada 17-31 September 2016.
Kabid Pengedalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Erwin SKM kepada wartawan mengatakan, meskipun 17-31 September menjadi target pencanangan Belkaga, namun sampai saat ini pihaknya sendiri memang belum pernah menemui laporan adanya pasien kaki gajah di OKU pasca pemekaran kabupaten.
"Alhamdulillah sejak terjadi pemekaran belum kita terima laporan pasien kaki gajah di OKU," katanya.
Pihaknya pun optimis pendropan obat kaki gajah ini dapat terserap 100 persen kepada masyarakat. "Untuk tahun 2015 kemarin semuanya terserap yang kita bagikan melalui puskesmas yang ada ditiap kecamatan," paparnya.
Dijelaskan, pihaknya sendiri saat ini terus menyampaikan arahan dan himbauan kepada pihak UPTD dan puskesmas di tiap kecamatan untuk mengerahkan para kadernya seperti keberadaan posyandu untuk ikut serta membantu mensukseskan Belkaga tahun kedua ini.
Meksipun sampai saat ini belum ditemui kasus kaki gajah di OKU, kata Erwin, pihaknya tetap menghimbau dan mengharapkan agar seluruh masyarakat di OKU usia mulai dari 2 hingga 70 tahun, untuk mendatangi Puskesmas/posyandu dan posko pencanangan Belkaga untuk mendapatkan obat kaki gajah secara gratis. Sehingga pencanangan OKU bebas dari kaki gajah akan dapat dilaksanakan secara optimal.
"Nantinya masyarakat yang datang ke posko akan mendapatkan dua macam jenis obat. Kita harapkan obat yang diberikan petugas langsung dapat diminum di depan petugas. Sebab dikhawatirkan jika obat yang diberika tidak segera diminum nantinya hanya disimpan saja di rumah sehingga pencanangan Belkaga akan sia-sia saja," katanya.(rws)