Agus Yudhoyono, ''Kuda Hitam'' Idola Pemilih Muda

Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono, dianggap dapat menjadi "kuda hitam" pada Pilkada DKI 2017

Jessi Carina
Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni mendaftar untuk maju sebagai pasangan cagub dan cawagub di KPU DKI, Salemba, Jumat (23/9/2016). 

TRIBUNSUMSEL.COM-Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono, dianggap dapat menjadi "kuda hitam" pada Pilkada DKI 2017. Beberapa pengamat mengatakan demikian karena Agus mampu menarik perhatian masyarakat sejak awal kemunculannya.

Peneliti Senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA, Adjie Alfaraby mengatakan, hasil survei menyatakan dukungan untuk Agus terus meningkat meski dirinya merupakan figur baru di dunia politik. Dalam survei LSI, dukungan untuk Agus mencapai 28,10 persen responden pemilih dengan kategori pemilih usia 20-29 tahun atau pemilih muda.

Adapun dukungan untuk bakal cagub-cawagub petahana pada Pilkada DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot, berada di urutan kedua dengan 22,80 persen dan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uni menyusul dengan 21,10 persen.

Untuk kategori pemilih di usia 19 tahun atau di bawahnya, dukungan untuk Agus juga unggul dari dua pasangan cagub-cawagub lainnya.

"Kalau dilihat data, Agus kuat di pemilih di bawah 30 tahun. Artinya, dia menjadi idola pemilih di usia di bawah 30 tahun. Orang melihat sosok dia yang muda, berhasil, pintar dan sebagainya," kata Adjie, di kantor LSI, Jalan Pemuda, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (4/10/2016).

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, juga menilai Agus layak disebut sebagai "kuda hitam". Sebab, dia unggul di beberapa polling di media sosial.

Warga yang suka bernostalgia

Ada beberapa faktor yang membuat pasangan Agus-Sylviana Murni harus diwaspadai pasangan cagub-cawagub lainnya pada Pilkada DKI 2017. Hendri mengatakan dukungan untuk Agus-Sylviana utamanya berasal dari partai pendukung.

Selain itu, Sylviana Murni ia nilai bisa menjadi sosok yang menarik suara dari kalangan birokrat. Hal ini mengingat keberadaan Sylviana sebagai birokrat Pemprov DKI sudah lebih lama daripada Ahok-Djarot. Faktor kedua adalah daya tarik Agus yang merupakan putra Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.

"Pesona SBY yang turun di Agus ini pasti enggak dilupakan masyarakat. Orang Jakarta ini kan mudah lupa, mudah memaafkan, dan suka nostalgia. Suka nostalgianya ini yang dimanfaatkan. Jadi memang Agus ini layak jadi 'kuda hitam'," ujar Hendri.

Hendri pun yakin, pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga, tak akan membiarkan Agus-Sylviana masuk dalam putaran kedua. Jika Agus-Sylviana berhasil masuk, Hendri mengatakan kemenangan seperti yang diraih Jokowi-Ahok pada Pilkada DKI 2012 tidak mustahil terjadi lagi.

"Tahun 2012 kan begitu. Jokowi rendah elektabilitasnya eh ternyata dia nembus ke putaran kedua. Di putaran kedua ternyata paling banyak suaranya," ujar Hendri.

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved