Apartemen Basilica Target Rampung 2017
“Saat ini masih tersisah dua tipe hunian yang ditawarkan dengan pilihan harga mulai dari Rp 600 juta hingga RP 1 miliar,” ucapnya.
Penulis: Arief Basuki Rohekan |
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- The Basilica Apartemen menargetkan penyelesaian pada Tower A, hingga serah terima kunci kepada konsumen, pada Agustus sampai dengan paling lambat Desember 2017 mendatang.
Hal ini diungkapkan Businees & Development Manager The Basilica, Victorius Amrillah, terkait progres pembangunan apartement Basilica yang berada di Kecamatan Kalidoni, yang ground breaking sejak 2013 lalu.
“Prioritas kami kini dalam pencapaian progress Tower A terlebih dahulu, mengingat jumlah booking konsumen sudah melebihi 50 persen dari unit yang ditawarkan,” kata Victorius Amrillah, Senin (3/10/2016).
Menurutnya, The Basilica sendiri saat ini telah menyelesaikan progress pembagunan secara keseluruhan sekitar 20 persen dari total 1.200 unit hunian yang bibangun dalam tiga tower.
“ Tower A akan dibangun 500 unit hunian, kemudian Tower B 200 unit dan Tower C 500 unit,”bebernya.
Dia menambahkan, investor tidak usah khawatir berinvestasi di Basilica, selain fasilitas yang diberikan juga sudah terhubung langsung dengan sentra bisnis, kawasan hunian yang ditawarkan juga bebas dari masalah banjir.
“Saat ini masih tersisah dua tipe hunian yang ditawarkan dengan pilihan harga mulai dari Rp 600 juta hingga RP 1 miliar,” ucapnya.
Victorius berharap bisnis properti tahun depan akan kembali bergairah meski saat ini bisnis apartemen terlihat lesu. Optimesme tersebut sering dengan program pengampunan pajak (tax amnesty) yang digulirkan pemerintah.
Victorius Amrillah menyatakan, bisnis apartemen mempunyai pangsa pasar tersendiri. Apalagi, apartemen untuk kelas menengah atas pangsa pasarnya sangat spesifik.
“Sejak diberlakukannya tax amnesty oleh pemerintah, pasar apartemen mendapatkan respon positif,”jelasnya.
Dengan demikian, petumbuhan penjulan diangka 45-50 persen di tahun depan dirasa bukan lah hal yang mustahil. Hal tersebut, menurutnya, sudah tercermin dari meningkatnya respon konsumen yang notabenya merupakan pengusaha kelas atas untuk berinvestasi di sector apartemen.
“Terlebih market (apartemen) memang sangat spesifik karena high-end market. Ini masih sangat murah dibandingkan market Singapura dan negara lain,” tuturnya.
Dilanjutkannya, kebijakan tax amnesty akan membuat industri properti bergairah hingga dua sampai tiga tahun ke depan.
“Saat ini memang belum terlalu terlihat, investor masih sibuk memetakan mau investasi di sector yang mana,”pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/marketing-supervisor-basilica-apartemen-haryono_20161003_233150.jpg)