Kelakukan Oknum Polisi Ini sudah Seperti Pedagang, Periksa Kantong dan Nego Tilang

Bahkan lucunya, oknum polisi tersebut tanpa rasa malu memeriksa kantong celana pengendara.

TRIBUNSUMSEL.COM - Sebuah rekaman video yang memperlihatkan oknum polisi meminta uang kepada sejumlah pengendara yang diduga melakukan pelanggaran menuai kecaman.

Dalam rekaman video yang diunggah akun Facebook Nuel Na Ga, Minggu (18/9/2016), oknum polisi tersebut meminta uang kepada para pengendara tersebut layaknya seperti seorang pedagang.

Bahkan lucunya, oknum polisi tersebut tanpa rasa malu memeriksa kantong celana pengendara.

Untuk meyakinkan polisi tersebut kalau ia sudah tak memiliki uang, seorang pria yang kena tilang memperlihatkan isi dompetnya.

Setelah selesai dengan pria tersebut dan mempersilahkan melanjutkan perjalanan, oknum polisi beralih ke pengendara lain.

Oknum polisi tersebut awalnya meminta uang damai sebesar Rp 80 ribu. Si pengendara bersikeras ingin membayar Rp 50 ribu.

"Pak tolonglah ini ada 50, sisanya buat aku isi bensin, kalau tak diisi aku tak bisa sampai ke tujuan"ujar pengendara.

Polisi tersebut menegaskan, kalau ingin damai tetap bayar dengan harga yang telah disebutkannya.

"Kau mau damai tidak sini bayar 80"kata polisi tersebut.

Tak lama kemudian setelah bernegosiasi lama, akhirnya keduanya sepakat membayar dengan Rp 70 ribu.

Sejumlah netizen yang melihat rekaman tersebut tak menyangka dengan ulah oknum polisi yang sudah mirip seperti pedagang.

" Lah gilo nian berarti... Benego ck ap bae... Wng blanjo lg dak smp be negoan ck itu...Hahahaaaa Tawoin b besak2"tulis akun Emil Irfani

"Waduuh bang, itu di pedagang nyambi jadi polisi ya"tulis aku Majuki Risky

"Pak Kapolri apaan ini, pecat pecat, memalukan"sahut akun Muhammad Rizky

Tidak diketahui secara pasti lokasi kejadian dalam rekaman tersebut, namun hingga saat ini video tersebut disebarkan ribuan kali.

Penulis: Muhamad Edward
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved