Tim Sepakbola PON Sumsel Asah Penyelesaian Akhir untuk Hadapi Sulsel
Pelatih tim PON Sumsel, Rudy William Keltjes mengaku sudah mempunyai beberapa catatan penting yang harus diperbaiki anak asuhnya di laga kedua nanti.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Laga hidup mati harus dijalani tim sepakbola PON Sumsel saat bertemu Sulsel, Jumat (16/9) sore di stadion Patriot Bekasi. Kemenangan menjadi kewajiban bagi Andes Adinata dkk jika ingin memelihara peluang lolos ke babak selanjutnya setelah di partai pertama secara mengejutkan harus menyerah 1-2 dari Kalsel, Rabu (14/9) kemarin.
Pelatih tim PON Sumsel, Rudy William Keltjes mengaku sudah mempunyai beberapa catatan penting yang harus diperbaiki anak asuhnya di laga kedua nanti.
“Mereka harus segera bangkit dan melupakan hasil di laga perdana lalu, karena secara matematis peluang kita belum tertutup,” ungkap legenda sepakbola Indonesia ini saat dihubungi Kamis (15/9) sore.
Menurutnya, PR terbesar dirinya adalah memperbaiki penyelesaian akhir yang sangat terlihat buruk di laga pertama kemarin.
“Sedikitnya lima peluang emas mampu tercipta sepanjang babak pertama saat melawan Kalsel kemarin, meski gagal dikoreksi menjadi gol. Entah ini karena pemain terlalu percaya diri karena diunggulkan, grogi, atau faktor lainnya. Ini akan saya cari tahu melalui evaluasi dan melawan Sulsel tidak boleh terulang lagi,” ungkapnya.
Selain itu, dirinya pun meminta agar pemain tidak terburu-buru dan sabar dalam membongkar pertahanan lawan yang diperkirakan akan kembali menerapkan strategi bertahan total sepanjang pertandingan.
“Tidak boleh frustasi, seharusnya bermain normal seperti apa yang sudah ditampilkan selama ini,” tambahnya.
Sementara itu, Teja Paku Alam mengaku siap bangkit di laga ini dan berjuang sekuat tenaga agar dapat memenangkan pertandingan.
“Memang di laga kemarin kami bermain tidak seperti biasa, seperti ada tekanan dan hal itu memang wajar terjadi di laga perdana. Namun kami tidak boleh larut dalam kesedihan dan harus percaya bahwa peluang untuk lolos belum tertutup,” ujar penjaga gawang yang juga memperkuat Sriwijaya FC senior ini.
Cabor sepakbola PON XIX Jabar sendiri diikuti oleh 12 tim yang dibagi dalam 3 grup. Juara da runner up setiap grupnya akan langsung mendapat tiket otomatis ke babak 8 besar, sementara 2 tiket tersisa akan diambil dari peringkat 3 terbaik dari setiap grup.
Tim yang lolos ke babak 8 besar akan kembali dibagi kedalam 2 grup dan juara serta runner up-nya akan langsung melaju ke babak semifinal.