Maroko Terapkan Hemat Energi Hingga ke Masjid di Seluruh Negeri

Ratusan masjid itu akan mengurangi konsumi listrik sebagai bagian dari upaya besar tentang sadar lingkungan hidup di seluruh negeri

Abdel Majid Rezko/Anadolu Agency/Getty Images
Umat Muslim berkumpul menjelang perayaan Idul Idha di Masjid Hassan II di kota Casablanca, Maroko. 

TRIBUNSUMSEL.COM, RABAT - Pemerintah Maroko dibantu Jerman telah mengumumkan rencananya untuk meluncurkan 600 "masjid hijau" atau masjid yang ramah lingkungan sampai 2019.

Harian lokal, Akhbar Alyaoum, Rabu (7/9/2016), merilis laporan dan foto tentang bangunan masjid yang atapnya hijau simbol tentang usaha dari program besar “go green”.

Ratusan masjid itu akan mengurangi konsumi listrik sebagai bagian dari upaya besar tentang sadar lingkungan hidup di seluruh negeri.

Media lokal itu melaporkan, kesadaran mengenai energi yang terbarukan akan ditingkatkan dan didengungkan di masjid-masjid yang ada.

Laporan media China, Xinhua, menyebutkan, "masjid hijau" tersebut akan menggunakan lampu LED, pemanas air tenaga surya, dan sistem listrik tenaga surya,

Sebagian besar upaya tersebut didanai oleh Kementerian Agama Islam, melalui kemitraan dengan Pemerintah Jerman, yang akan membantu bidang peningkatan, kata media lokal.

Menurut The Guardian, pemerintah Maroko menyediakan hingga 70 persen biaya investasi awal dalam skema kemitraan tersebut.

Jan-Christophe Kuntze, Kepala Proyek "Masjid Hijau" itu mengatakan, "Kami ingin meningkatkan kesadaran dan masjid adalah pusat penting dari kehidupan sosial di Maroko".

Menurut Kuntze, masjid-masjid itu adalah tempat di mana orang-orang melakukan pertukaran gagasan dan pandangan tentang berbagai masalah.

Gagasan tentang energi terbarukan untuk kebaikan lingkungan hidup juga merupakan hal yang baik.

Kota Marrakech, Maroko, dijadwalkan menjadi tuan rumah konferensi ke-22 Konvensi Kerangka Kerja tentang Perubahan Iklim (COP 22), November 2016 ini.

Negara di Afrika itu telah menempatkan dirinya sebagai pemimpin iklim regional dengan proyek profil tinggi, mulai dari windfarm terbesar di Afrika ke pembangkit listrik tenaga surya besar di gurun Sahara, yang dibuka awal tahun ini.

Kantor berita Antara mengatakan, Maroko, bersama dengan Kosta Rika, Bhutan, dan Ethiopia menempati posisi sebagai negara paling hijau di dunia; sebagian disebabkan oleh sasaran ambisiusnya untuk menghentikan buangan karbon.

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved