Limbah Tahu Langsung Jernih dan Bebas Bau Berkat Temuan Ilmiah Dua Pelajar Ini

Caranya sederhana, biji buah kelor dan kulit pisang kepok dikeringkan kemudian dihaluskan

Limbah Tahu Langsung Jernih dan Bebas Bau Berkat Temuan Ilmiah Dua Pelajar Ini
Kontributor Banyuwangi, Ira Rachmawati
Alif Alfian Surur (17) dan M. Yogie Hendrawan (16) siswa SMAN 1 Purwoharjo melakukan penelitian menggunakan biji kelor dan kulit pisang kepok untuk menjernihkan air limbah tahu 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUWANGI - Alif Alfian Surur (17) dan M Yogie Hendrawan (16), keduanya siswa SMAN 1 Purwoharjo, melakukan penelitian untuk menjernihkan air limbah tahu dengan menggunakan biji kelor dan kulit pisang kepok.

Kepada Kompas.com, Rabu (7/9/2016), Yogie menjelaskan ide itu muncul ketika dia mengunjungi pabrik tahu industri rumahan milik pamannya.

Menurutnya, banyak tetangga yang mengeluh dengan bau limbah tahu yang dihasilkan. Air tanah juga ada yang tercemar.

Selain itu, di dekat sekolah mereka juga dekat dengan pabrik tahu dan mengalami masalah yang sama, yaitu bau dari limbah tahu yang menggangu sekitar.

"Akhirnya kami mencari-cari literatur terkait pencemaran akibat limbah industri dan dari data Kementerian Lingkungan Hidup pada tahun 2015, dari 33 provinsi di Indonesia, 68 persen mengalami pencemaran. Dan, jika dibiarkan limbah tahu juga menjadi penyumbang karena untuk industri tahu skala besar bisa menghasilkan limbah 1.000 sampai 1.750 liter per hari ," jelas Yogie.

Kedua siswa yang tergabung dalam ekstrakulikuler karya tulis ilmiah di sekolahnya itu kemudian melakukan studi pustaka.

Pada jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Liechester, Inggris, mereka mendapatkan penelitian tentang penggunaan biji kelor (Moringa oliefera) yang dapat membunuh bakteri Escherichia coli.

"Akhirnya kami berpikir kenapa tidak diaplikasikan pada limbah tahu? Untuk adsorsi atau menpercepat proses kami menggunakan ekstrak kulit pisang kepok (musa acuminata bilbisiana coli)," tambah Alif.

Alif menjelaskan, kulit pisang kepok dipilih karena memiliki kandungan asam karboksilat yang paling tinggi. Selain itu, kulit pisang kepok juga mudah ditemukan seperti di penjual pisang goreng.

"Seperti kelor yang mudah ditemukan di kebun-kebun. Kulit pisang kepok juga biasanya dibuang dan jadi sampah. Jadi kami manfaatkan saja," ungkapnya.

Halaman
12
Editor: Kharisma Tri Saputra
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved