Kader PAN ini Anggap Musda DPD PAN Langgar AD/ART Partai

Menurutnya, dari awal banyak kejanggalan dan cederung ada rekayasa dari pihak tertentu untuk meloloskan Eddy sebagai ketua.

TRIBUNSUMSEL/ ARIEF BASUKI ROHEKAN
Calon formatur DPD PAN Palembang Yudin Hasmin SE MM 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--Terpilihnya Eddi Agustian, sebagai ketua tim formatur DPD PAN Palembang periode 2015-2020 dinilai sejumlah pihak telah melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PAN.

Hal tersebut diungkapkan anggota formatur DPD PAN Palembang Yudin Hasmin SE MM.

Menurutnya, dari awal banyak kejanggalan dan cederung ada rekayasa dari pihak tertentu untuk meloloskan Eddy sebagai ketua.

"Perjalanan Musda DPD PAN Palembang ke IV sudah sejak dari awal penuh kejanggalan,"katanya didampingi sejumlah DPC PAN di Palembang, selepas menghadiri Musda di Hotel Best Skip Palembang, Kamis (18/8/2016).

Dirinya melihat, dari 4 anggota formatur yang terpilih, tidak memenuhi syarat administrasi dan berkas tidak lengkap, yaitu Eddi Agustian dan Syahril Erwin.

"Nama Eddi dan Syahril adalah delapan nama yang tidak memenuhi syarat administrasi dan berkas calon yang tidak lengkap, sehingga dinyatakan tidak dapat melanjutkan untuk mengikuti proses pencalonan sebagai calon formatur DPD PAN Palembang tahun 2016. Ini berdasarkan keputusan rapat Steering Comitte, ditambah ketua dan Sekretaris Organizing Comitte serta koordinator verifikasi,"tandasnya, merujuk pada berita acara hasil rapat panitia SC Musda PAN ke IV Palembang yang telah ditandatangani tersebut.

Dirinya menerangkan jika, hasil rapat Panitia SC yang dilaksanakan pada 13 Agustus lalu di DPW PAN Sumsel, dari 30 berkas yang diambil balon formatur, sebanyak 21 berkas yang dikembalikan, dan hanya 13 calon yang memenuhi syarat, terdiri dari 7 nama yang sangat lengkap, dan 6 nama lengkap.

"Saya sendiri, adalah 7 nama yang memenuhi syarat sangat lengkap, termasuk Wiratama dan Ruspanda. Tetapi saya tidak diakomodir," ucapnya.

Ditambahkan Yudin, dirinya melihat terdapat ketidakpatuhan DPW disini dalam memutuskan anggota formatur DPD PAN, dan dianggap telah melanggar AD/ART partai, sesuai hasil kongres PAN di Bali pada 2015.

"Seharunya DPW memilih formatur hasil verifikasi atau memverifikasi hasil dari verikasi tim SC Musda PAN Palembang. Ini tanpa dasar dan kita keberatan,"tuturnya.

Dengan hasil itu sendiri, dirinya sebagai kader PAN, mendesak ketua DPW PAN Sumsel Iskandar, untuk meninjau ulang kembali hasil Musda IV DPD PAN yang penuh cacat tersebut.

"Kami mohon pak Iskandar selaku ketua DPW PAN Sumsel, untuk meninjau ulang SK penunjukan formatur DPD PAN yang dikeluarkan DPW sebelumnya, karena dinilai melanggar AD/ART partai. Kita tahu ketua DPW bijak dan sangat taat akan aturan, sehingga tidak mungkin melanggar konstitusi PAN, bisa saja ini rekayasa diluar pengetahuan ketua DPW PAN Sumsel,"harapnya.

Sementara, calon formatur lainnya yang juga anggota DPRD Palembang dari PAN Ishak Yasin, tidak terlalu banyak menyikapi hasil Musda PAN Palembang tersebut. Namun, apapun hasil Musda menurutnya harus sesuai aturan partai.

"Saya menerima hasil Musda itu, asalkan sesuai konstitusi dan AD/ART partai,"ujarnya singkat.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved