Limbah RPH Gandus Belum Dimanfaatkan Secara Maksimal
"Limbah disana, sampai sekarang belum dimanfaatkan dengan baik, belum dimanfaatkan secara maksimal baik limbah padat maupun cair," katanya.
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Andi Agus Triyono
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Fakultas Pertanian Universitas Tridinanti Palembang berkunjung di Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Palembang, Rabu (3/8/2016) sore.
Kedatangan tersebut untuk penandatanganan kerjasama di bidang penelitian, magang dan peran perguruan tinggi.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan kota Palembang, Harrey Hadi berharap pengelolaan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dari hulu hingga hilir semakin baik.
Misalnya dalam pengelolaan limbah RPH.
"Limbah disana, sampai sekarang belum dimanfaatkan dengan baik, belum dimanfaatkan secara maksimal baik limbah padat maupun cair," katanya.
Dia berharap kepada akademik, khususnya Fakultas Pertanian Universitas Tridinanti Palembang agar hal tersebut menjadi objek dan kajian studi bagi mahasiswa.
Agar limbah RPH bisa dimanfaatkan dan dari hulu ke hilirnya semakin baik.
Apalagi kata dia, RPH pernah mendapatkan penghargaan terbaik.
Tahun ini mendapat dana dari APBN sebesar Rp 13 miliar.
Dana itu akan digunakan untuk membangun konstruksi RPH sebesar Rp 10 miliar dan sisanya untuk kebutuhan peralatan.
Saat ini, kapasitas RPH hanya berkisar 10-15 ekor per hari.
Jika pembangunan itu selesai maka kapasitas pemotongan sapi akan meningkat 50-200 ekor per hari.
"Kemudian soal pasokan daging steak. Itu kalau kita bisa menyediakan dari RPH Gandus, wah hebat benar," ujar dia.
Menurut data Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan kota Palembang, lahan untuk sawah memiliki luas 6.189 hektar.
Dengan luasan tersebut, bila dimanfaatkan secara maksimal, kebutuhan beras tidak akan membutuhkan dari luar daerah.
"Disamping masalah irigasi, bagaimana membuka kondisi lahan rawa yang memiliki kandungan besi, hara yang tinggi bisa dimaksimalkan untuk peryanian. Bagaimana akademik bisa membedah ini,"kata Harrey.
"Kemudian petikanan, kita punya sungai Musi yang sangat panjang. Itu juga belum dimaksimalkan dan masih banyak lagi potrnsi di Palembang," tambahnya.
Dekan Fakultas Pertanian Universitas Tridinanti Palembang, M Nasir mengungkapkan pihaknya siap dengan tantangan tersebut.
"Kami punya ilmu dan trnaga tapi tidak ada uang. Mohon difasilitasi, kami siap," katanya.
Kata dia, kaian dan penelitian yang akan dilakukan bisa menunjang program dinas terkait. Limbah bisa dikelola untuk kebutuhan pertanian, perikanan dan serbaguna.
"Kami mencoba bekerjasama drngan pihak luar, sehingga aktivitas dosrn tidak di kampus saja. Kami siap dukung dinas Pertnian, Perikanan dan Kehutanan kota Palembang," harapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/civitas-akademika-fakultas-pertanian-universitas-tridinanti-berkunjung-ke-dinas-pertanian_20160803_165854.jpg)