Ayah Asyik Main Game, Tak Sadar Sang Anak Meronta-ronta Tersedak Hingga Meninggal

Shiddiq dikatakan tidak sadar putrinya Reyhana Qailah Mohamad tersedak dan meronta-ronta menangis karena terlalu berkonsentrasi pada permainan di

Ayah Asyik Main Game, Tak Sadar Sang Anak Meronta-ronta Tersedak Hingga Meninggal
siakapkeli

TRIBUNSUMSEL.COM - Gara-gara terlalu asyik main game sepakbola di telepon genggamnya, seorang ayah dari Singapura telah menyebabkan putrinya mati karena tercekik.

Dilansir Siakapkeli dari Free Malaysia Today, pada Selasa lalu menemukan bayi tiga bulan tersebut mungkin mati tercekik sewaktu diberikan susu oleh ayahnya Mohamed Shiddiq Sazali, 27 yang saat itu sedang asyik bermain game.

Shiddiq dikatakan tidak sadar putrinya Reyhana Qailah Mohamad tersedak dan meronta-ronta menangis karena terlalu berkonsentrasi pada permainan di teleponnya.

Kejadian yang terjadi pada 12 Oktober tahun lalu sekitar jam 10:10 pagi di sebuah flat di Telok Blangah Crescent, oleh ibunya, Nurraishah Mahzan, 31, yang tidak ada di rumah.

Dia diyakini telah memainkan game sambil mengasuh anaknya itu di atas tempat tidur dengan tangan kanan memegang telepon dan tangan kiri memegang botol susu.

Menurut petugas penyidik ‚Äč‚ÄčTony Won, Reyhana tidak mau minum susu yang diberikan oleh ayahnya dalam botol.

Namun ayahnya dipercaya secara paksa terus memberikan botol susu di dalam mulutnya.

Bayi malang tersebut dipercaya menangis dan memendang namun Shiddiq terus memainkan telepon tanpa berfokus kepada anak perempuannya.

Dua menit kemudian, Reyhana terus diam.

Ketika kejadian tersebut, sang kakek yang baru pulang dari pasar menemukan cucunya itu pucat dan tidak bergerak menyebabkan dia terus melakukan bantuan pernapasan CPR.

Setelah itu, Reyhana kembali bernafas dan memuntahkan susu, sayangnya bantuan CPR berikutnya oleh ibu, polisi dan paramedis tidak membawa efek apa-apa.

Reyhana meninggal dunia sekitar satu jam setelah itu di rumah sakit.

Hasil otopsi menemukan ada cedera lama termasuk patah tulang rusuk kanan dan tengkorak namun polisi tidak mencurigai setiap kejadian tersebut.

Menurut seorang ahli patologi, cedera yang terdeteksi itu tidak menyebabkan kematiannya sebaliknya laporan kematian menujukkan sesak napas dan tercekik akibat meminum susu mungkin menyebabkan kematian.

Penulis: Kharisma Tri Saputra
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved