Praktik Suap Masuk Sekolah

Andi Bisa Luluskan Hingga 15 Orang

Lantaran takut tidak lulus, digeser oleh peserta tes titipan, ia rela membayar sejumlah uang ke oknum yang bisa memberikan garansi lulus tes

TRIBUN SUMSEL
Liputan ekslusif Tribun Sumsel 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Tidak cukup kecerdasan, pembayaran upeti seakan menjadi syarat tambahan apabila peserta mau lulus tes penerimaan siswa baru.

Runtuhnya kepercayaan wali siswa pada sistem penerimaan peserta didik baru membuat mereka tidak yakin pada kemampuan anak.

Ibu yang sering disapa Si ini tidak habis pikir dengan teman anaknya yang lulus SMP pada tahun ajaran baru ini. Teman anaknya itu, yang satu sekolah ketika di tingkat dasar, diketahui belum lancar membaca tapi dia lulus seleksi di SMP tersebut.

Pengalaman serupa diketahui Ketua Lembaga Pemerhati Pendidikan, Andi Semanto, dari seorang temannya yang memiliki anak hendak masuk ke Sekolah Menengah Atas (SMA) di Palembang.

Anak temannya itu tergolong siswa berprestasi selama di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Lantaran takut tidak lulus, digeser oleh peserta tes titipan, ia rela membayar sejumlah uang ke oknum yang bisa memberikan garansi lulus tes sekolah idaman.

Andi yang lama mengkritisi sistem pendidikan ini paham betul permainan “kursi belakang” ini. Untuk membuktikan permainan ini, ia pernah menjadi calo untuk siswa titipan.

“Saya buktikan dua tahun belakangan ini. Saya pada tahun pertama bisa bantu masukin 7 orang, dan tahun kedua bisa meluluskan 15 orang,” ungkap Andi kala dibincangi di kediamannya, Selasa (12/7/2016). (Tim)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved