Video ISIS Deklarasi Perang dengan Indonesia dan Malaysia Beredar

Kami bukan lagi warga negara Malaysia dan Indonesia. Kami telah membebaskan diri

Strait Times/Star Online/Asia News Network
Beberapa cuplikan di video ISIS yang memperlihatkan sejumlah anak bersenjata dan tumpukan paspor dibakar. (Strait Times/Star Online/Asia News Network) 

TRIBUNSUMSEL.COM, KUALA LUMPUR - Telah beredar video yang mendeklarasikan perang antara kelompok militan ISIS dengan Indonesia dan Malaysia.

Menurut Strait Times, sebuah rekaman video beredar di jagat maya yang memperlihatkan seorang pria bersenjata, dikelilingi sejumlah pemuda dan anak-anak yang turut memegang senjata.

"Kami bukan lagi warga negara Malaysia dan Indonesia. Kami telah membebaskan diri," ucap pria bersenjata itu menggunakan campuran bahasa Malaysia dan Arab.

Seorang pria berjanggut yang memegang paspor Malaysia kemudian ditampilkan, sembari pria bersenjata yang sebelumnya mengancam akan melakukan perlawanan militer yang tak tertandingi.

"Dengan izin dan bantuan-Nya, kami akan datang dengan kekuatan militer yang tak tertandingi," katanya.

Ia lalu mendesak pemerintah dan pemimpin negara yang tidak mengikuti prinsip Islam untuk mundur dan membiarkan supremasi Islam mengambil alih.

Terlihat sejumlah pemuda dan anak-anak dalam video itu kemudian membakar setumpuk paspor, diikuti sorakan dari orang-orang dalam video tersebut.
Video itu diketahui dirilis belum lama setelah serangan global terjadi di beberapa titik di dunia, pada bulan Ramadan ini.

Bahkan, disebutkan bahwa video tersebut muncul bertepatan saat insiden bom bunuh diri terjadi di Mapolresta Surakarta, Solo, pada Selasa (5/7/2016).

Pernah Ancam TNI

Akhir 2014 lalu muncul video anggota ISIS (Islamic State of Iraq and Syam) di Youtube yang melontarkan ancaman dan provokasi terhadap TNI, Polri dan Banser NU

Video berdurasi 4 menit 1 detik yang diunggah di Youtube tersebut menampilkan seorang pria mengenakan pakaian serba hitam dan penutup kepala (kupluk) yang dilipat ke atas.

Pria berkumis dan berjanggut itu sambil sesekali mengarahkan telunjuknya ke arah kamera mengancam Panglima TNI, Polri, dan Banser NU yang menginginkan untuk membantu pasukan koalisi dalam memerangi ISIS. (Straits Times/IB Times)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved