Ramadan 2016

Berencana Beli Mobil Bekas Buat Mudik? Hindari Mobil dengan Ciri-ciri Ini

Banyak pedagang 'nakal' yang mengakali kilometer menjadi rendah dengan tujuan mengincar harga yang tinggi.

SURYA/SUGIHARTO
ILUSTRASI PAMERAN MOBIL BEKAS -SURYA/SUGIHARTO 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Selain mobil bekas (mobkas) yang tidak memiliki keabsahan surat-surat, peredaran mobkas berkilometer rendah juga wajib dicurigai.

Banyak pedagang 'nakal' yang mengakali kilometer menjadi rendah dengan tujuan mengincar harga yang tinggi.

"Kilometer rendah itu memang akal-akalan untuk mendapat harga tinggi, hal ini wajib diwaspadai. Ada mobil yang sudah empat tahun tapi kilometernya masih belum lewat dari 15.000 atau 20.000. Secara logika hal ini tidak mungkin, jadi jangan mudah langsung percaya," ucap Chief Operating Officer Mobil88 Halomoan Fischer, Selasa (14/6/2016).

Prilaku kecurangan memainkan odometer jarak tempuh mobil menjadi kasus yang paling sering ditemui saat musim penjualan mobkas tinggi.

Kondisi ini makin diperparah ketika mobil-mobil modern sudah menerapkan odometer berbasis digital yang justru diklaim lebih mudah untuk di reset (atur ulang).

"Makin mudah saat ini, yang semuanya sudah serba digital. Mereka cukup meriset melaui sistem dari komputer tanpa harus membongkar pasang bagian speedometernya," ucap Fisher.

Metode meriset menggunakan sistem komputer pada odometer digital sedikit susah dideteksi.

Karena pengerjaanya tidak sampai bongkar pasang seperti manual yang bisa dilihat bekas bekas congkelan atau semacamnya pada bagian speedometer.

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved