Jamkrindo Garap Produk Surety Bond

Dengan produk tersebut, mitra Jamkrindo bisa mendapat kepastian, kapan dan bagaimana proyek tersebut dilaksanakan.

TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF BASUKI ROHEKAN
Kepala Kantor Wilayah Jamkrindo Sumbagsel, Aribowo (kanan) didampingi Pimpinan cabang Palembang Heryanto Nugroho (kiri) dan staf Jamkrindo 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Arief Basuki Rohekan

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,-- Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) Kantor Wilayah Sumbagsel tahun ini fokus menggarap produk barunya "Surety Bond". Potensi penjaminan surety bond sejauh ini masih berpeluang besar untuk digarap, khususya di wilayah Sumbagsel.

Dengan produk tersebut, mitra Jamkrindo bisa mendapat kepastian, kapan dan bagaimana proyek tersebut dilaksanakan.

Menurut Kepala Kantor Wilayah Jamkrindo Sumbagsel, Aribowo didampingi Pimpinan cabang Palembang Heryanto Nugroho, dengan produk surety bond ini, para kontraktor diyakini bisa mengantongi proyek lebih cepat, karena dinilai telah memiliki mitigasi risiko yang lebih baik.

"Kami juga siap memberikan pelayanan, dalam penerbitan surety bond secara maksimal, sehingga lebih memudahkan para kontraktor, dalam memenuhi persyaratan jaminan proyek untuk pekerjaan yang diikutinya,"katanya, Minggu (22/5/2016).

Diungkapkannya, sebagai permulaan, pihaknya akan fokus pada proyek APBD maupun proyek APBN, pada Provinsi Sumsel termasuk di setiap kota maupun kabupatennya.

"Untuk itu, saat ini Jamkrindo sudah memiliki infrastruktur lewat perluasan jaringan di beberapa kota / kabupaten, guna memberikan pelayanan yang lebih baik dalam penerbitan surety bond atau jaminan proyek," ujarnya.

Diungkapkannya, secara regulasi Jamkrindo sudah memiliki akreditasi yang sangat baik, sehingga dengan akreditasi tersebut, perseroan sangat mudah untuk melakukan pengembangan bisnis di industri penjaminan. Oleh sebab itu, dia meyakini Jamkrindo mampu kuasai pasar.

"Kami mudah untuk menjual ke pasar. Kalau swasta kan belum punya akreditasi, cuma bukan berati tidak ada persaingan. Bisa saja mereka asuransi umum yang bikin anak usaha dan garap nasabah lama mereka. Tapi kami upayakan bisa kuasai pasar," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved