Beberapa Pelaku Sempat Ikut Cari Jenazah Siswi SMP yang Mereka Perkosa

"Mereka membeli tuak setelah mengumpulkan uang Rp 40.000 dan membeli tuak di Belumai II," kata Dirmanto dalam konferensi pers, belum lama ini.

TWITTER
Jagat media sosial pada Senin (2/5/2016) diramaikan dengan tagar #NyalaUntukYuyun, sebagai aksi solidaritas netizen terhadap perkosaan yang menimpa seorang pelajar SMP di Desa Padang Ulak Tanding, Kecamatan Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu pada pertengahan April 2016 yang diperkosa 14 pemuda saat pulang sekolah. 

TRIBUNSUMSEL.COM, BENGKULU — Kapolres Rejang Lebong AKBP Dirmanto mengatakan, beberapa pelaku pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Yn (14), siswi SMP di Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, sempat ikut mencari jenazah korban.

Sebelumnya, korban dinyatakan hilang sehingga dicari oleh pihak keluarga dan warga setempat. Beberapa pelaku yang sedesa dengan korban pun ikut melakukan pencarian.

Dirmanto menambahkan, para pelaku berpesta miras sebelum memerkosa dan membunuh korban.

"Mereka membeli tuak setelah mengumpulkan uang Rp 40.000 dan membeli tuak di Belumai II," kata Dirmanto dalam konferensi pers, belum lama ini.

Saat para pemuda itu pesta tuak, Yn secara kebetulan lewat usai pulang dari sekolah.

"Kejadian antara pukul 13.00 dan 13.30 WIB. Korban diikat dengan tali terlebih dahulu sebelum akhirnya diperkosa bergiliran," kata Kapolres.

Para pelaku merupakan warga yang tinggal satu desa dengan korban. Bahkan, beberapa pelaku ikut mencari jenazah korban. Atas perkara ini, Bupati Rejang Lebong, Hujazi, mengaku akan mengeluarkan kebijakan pengetatan peredaran minuman tuak di wilayahnya.

Penulis : Kontributor Bengkulu, Firmansyah

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved