WNI Disandera Kelompok Abu Sayyaf

Presiden Joko Widodo : Terima Kasih Filipina

Ucapan terima kasih, terutama untuk Pemerintah Filipina," ujar Presiden.

Editor: M. Syah Beni
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Presiden Joko Widodo (Jokowi) 

TRIBUNSUMSEL.COM- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Filipina terkait telah bebasnya 10 Anak Buah Kapal (ABK) warga negara Indonesia dari penyanderaan yang dilakukan kelompok garis keras Abu Sayyaf.

"Ucapan terima kasih, terutama untuk Pemerintah Filipina," ujar Presiden.

Presiden mengatakan, penyelamatan 10 ABK dari penyanderaan Abu Sayyaf tersebut tidak akan terwujud jika tidak ada kerjasama yang baik antarkedua negara.

Presiden juga mengatakan pihaknya akan terus menjalin kerjasama dengan Pemerintah Filipina untuk melakukan pembebasan empat ABK berwarganegara Indonesia yang masih disandera di wilayah Filipina.

"Saat ini kita terus (bekerjasama) untuk membebaskan 4 ABK yang lain," kata Presiden.

Presiden jumpa pers di Istana Bogor didampingi Menlu Retno Marsudi dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Jokowi menyebut 10 WNI itu saat ini masih berada di Zamboanga, Filipina, dan akan segera diberangkatkan ke Indonesia.

"Upaya pembebasan ini melibatkan semua pihak, oleh karena itu perlu disampaikan ini diplomasi total bukan hanya government to government tapi juga melibatkan jaringan-jaringan informal," Menlu Retno menambahkan.

"Semua komunikasi dan jaringan kita buka, semua opsi kita buka dengan satu tujuan untuk mengupayakan pembebasan 10 WNI kita. Syukur Alhamdulillah upaya ini berhasil. Sekali lagi terima kasih atas doa dari seluruh bangsa Indonesia untuk proses yang berlangsung selama satu bulan ini," tambahnya.(kps/wly/Tribunnews)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved