Ahok Dinilai Berlebihan Menaggapi Kritik Amien Rais

"Pemimpin itu harus siap mendengar dan merenung. Jangan sampai kritik proporsional dan aktual seperti itu direspon dengan sikap kebencian. Bagaimanapu

TRIBUN NEWS / HERUDIN
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tiba di gedung KPK, Jakarta, untuk memenuhi panggilan sebagai saksi, Selasa (12/4/2016). Ahok memberikan keterangan seputar pembelian lahan milik RS Sumber Waras oleh Pemprov DKI pada akhir 2014. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) menilai pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sangat berlebihan dan melampaui batas kewajaran dalam menanggapi kritik yang disampaikan Amien Rais.

Wakil Sekjen PAN Saleh Daulay mengatakan pernyataan tersebut sekaligus membenarkan pendapat yang berkembang selama ini bahwa Ahok adalah pejabat yang anti kritik dan ingin benar sendiri.

Pernyataan dan sikap itu juga, kata Saleh, sekaligus pembenaran terhadap pernyataan Amien Rais bahwa Ahok tidak pantas menjadi pemimpin.

"Pemimpin itu harus siap mendengar dan merenung. Jangan sampai kritik proporsional dan aktual seperti itu direspon dengan sikap kebencian. Bagaimanapun harus diakui, Ahok bisa jadi gubernur DKI seperti sekarang tidak lepas dari perjuangan tokoh reformasi sekelas Amien Rais," kata Saleh melalui pesan singkat, Selasa (26/4/2016).

"Dulu tidak semua orang bisa jadi gubernur. Ini fakta historis yang dilupakan Ahok. Ahok itu masih muda, tetapi ternyata sangat pelupa," tambahnya.

Ia menuturkan ketidaknyamanan banyak orang terhadap sikap Ahok dan pernyataan-pernyataannya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat awam.

Para pejabat di lingkungan pemerintah provinsi DKI juga merasakan. Terbukti, ada banyak yang mengundurkan diri. Terakhir, katanya, Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi mengundurkan diri konon karena tersinggung dengan ucapan Ahok.

"Ahok ini pakai jurus mabuk. Kiri kanan muka belakang salah. Yang benar hanya satu, itu adalah Ahok. Di negara demokrasi mana pun sikap seperti ini tidak akan diterima. Karena demokrasi itu identik dengan kritik. Tanpa kritik, demokrasi tidak beda dengan monarki. Semoga sikap Ahok ini tidak mengembalikan kita ke alam anti kritik yang gelap gulita itu," ujar Ketua Komisi VIII DPR.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved