Warga PALI Belum Menikmati Turunnya Harga BBM
Turunya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti bensin yang dahulu Rp 6950 menjadi Rp 6450 dan harga solar sekarang Rp 5650
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Ari Wibowo
TRIBUNSUMSEL.COM,PALI-Turunya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti bensin yang dahulu Rp 6950 menjadi Rp 6450 dan harga solar sekarang Rp 5650 dari harga sebelumnya Rp 5950.
Rupanya turun harga itu, belum sepenuhnya dirasakan oleh warga di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir(PALI), seperti tarif transportasi, travel Palembang - PALI maupun sebaliknya tidak mengalami penurunan seperti yang direkomendasi pemerintah turun menjadi 3 persen khusus angkutan transportasi.
Sementara itu, Pantau Tribunsumsel.com, satu-satunya Agen Pengisian Minyak (APM) yang berada di bilangan Beracung Kelurahan Talang Ubi kota Pendopo Kecamatan Talang Ubi tutup sejak pagi tadi.
APM tersebut tutup dan ada tulisan bensin habis. Akibatnya hal ini banyak masyarakat kota Pendopo kecewa karena belum bisa menikmati BBM turun maupun ongkos travel.
"Ongkos travel belum turun, ngisi BBM di APM di Jalan Beracung tutup, jadi sekarang kami belum menikmati harga BBM turun," keluh Hendu, warga Pendopo, Jumat(1/4/2016).
Sementara itu, para sopir travel di tujuan Pendopo - Palembang maupun sebaliknya belum menurunkan ongkos travel, menurutnya pihak masih berkoordinasi dengan sopir lainnya.
"Kalau saya belum turun tarif travel tetap lama (Rp 90 ribu), kalau sopir lain di Pendopo, turunkan tarif travel maka kita menurunkan juga tarif travel, tapi kita koordinasi terlebih dahulu dengan sopir lainnya," ujar Upri, satu diantara sopir di Pendopo.
Dia menambahkan, turun BBM berkisar Rp 400 sampai Rp 500, tidak berarti bagi para sopir. Menurutnya, harga spart part kendaraan roda empat mengalami kenaikan juga, hal ini sangat biaya pemeliharaan kendaraan.
"BBM turun, harga spart part tidak turun, jadi turunnya harga BBM tidak memengaruhi perawatan kendaraan," jelas Supri.
Diakui kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Agen Eledi, mengakui sopir travel belum menurunkan tarif travel. Dan pihaknya belum memberikan surat edaran tentang penurunan tarif travel 2,5 sampai 3 persen sesuai yang di rekomendasi pemerintah.
"Tanggal 4 April, kami rapat koordinasi Dishubkominfo Sumsel, kita lagi menunggu surat edaran itu, dari Dishubkominfo Sumsel, kemungkinan sesudah rapat koordinasi kita berikan surat edaran penurunan tarif transportasi yang telah ditetapkan pemerintah," ungkap Agen, ketika dihubungi Tribun, melalui via handphone.
Menurut Agen, para sopir jangan ngadam diam saja jika BBM turun, tanpa menurunkan tarif travel. Dan juga jangan seperti BBM naik mereka cepat menaikkan ongkos travel.
"Para sopir maupun pemilik travel harus sadar diri, jangan BBM turun, ngadam diam saja, tapi giliran BBM naik, ongkos travel cepat naik," jelas Agen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/agen-pengisian-minyak-apm-yang-berada-di-bilangan-beracung_20160401_191750.jpg)