Ironis, Situs Ekologi Talang Tuwo Dikepung Perkebunan Sawit dan Perumahan

RONIS, Itulah kesan yang dirasakan saat mengunjungi situs Prasasti Talang Tuwo di Dusun Talangkelapa, Kecamatan Talangkelapa, Palembang, Minggu (27/03

Ironis, Situs Ekologi Talang Tuwo Dikepung Perkebunan Sawit dan Perumahan
ist
Inilah lokasi situs Prasasti Talang Tuwo di Talang Kelapa Palembang yang duplikatnya hilang. 

Oleh Taufik Wijaya, Mongabay Indonesia

TRIBUNSUMSEL.COM - IRONIS, Itulah kesan yang dirasakan saat mengunjungi situs Prasasti Talang Tuwo di Dusun Talangkelapa, Kecamatan Talangkelapa, Palembang, Minggu (27/03/2016) pagi.

Prasasti Talang Tuwo yang bicara tentang ekologi melalui pembangunan Taman Sriksetra oleh Raja Sriwijaya Baginda Śrī Jayanāśa di Palembang barat di atas lahan berbukit-bukit dan dikelilingi anak sungai yang mengalir ke Sungai Musi, kini sebagian besar menjadi perkebunan sawit dan perumahan, serta sebagian besar anak sungai itu hilang.

Bahkan situs ini pun berada di area perkebunan sawit tua milik masyarakat. Lokasi situs yang ditutupi atap seng dan terdapat dua makam tua ini, dikurung pagar kawat yang sebagian besar sudah rusak dengan luas 20 x 20 meter.

“Lahan ini wakaf dari keluarga kami,” kata Yahya Zakaria (76), cucu H. Dungtjik, Kriyo Talangkelapa di masa pemerintahan Belanda yang turut berperan menyelamatkan Prasasti Talang Tuwo.

Dijelaskan Yahya, prasasti tersebut ditemukan Alwi Lihan, seorang petani asal Dusun Meranjat, dusun yang kini masuk Kabupaten Ogan Ilir, pada 17 November 1920. Menurut cerita orangtuanya, Alwi menemukan “batu bertulis” tersebut saat dia tengah menggarap kebun di Hutan Adat Talang Tuwo, hutan adat milik marga Talangkelapa.

Penemuan ini kemudian dilaporkan ke penguasa Palembang saat itu Louis Constant. “Batu bertulis tersebut beberapa tahun kemudian dibawa dengan perahu melalui Sungai Talang Tuwo oleh Alwi Lihan didampingi kriyo H. Dungtjik serta punggawa Rozak. Batu bertulis itu dibawa ke Bukit Siguntang,” kata Zakaria.

Sungai Talang Tuwo yang berada sekitar tiga kilometer dari lokasi situs saat ini tidak lagi mengalir ke kaki Bukit Siguntang. Sebab sebagian badan sungainya sudah ditimbun untuk perumahan dan Jalan Soekarno-Hatta.

Hutan Marga

Talang Tuwo merupakan hutan adat milik Marga Talangkelapa. Selain dijadikan perkebunan pangan, di bawah tahun 1970-an, sebagian besar masih hutan rimba.

Halaman
12
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved