Ini Figure Bukan Mainan!
"Ini figure bukan mainan, kalau mainan itukan dimainkan, kalau ini cuma kita pajang saja, kita perhatikan, dan rawat," ujar Anhar, sebagai perwakilan
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Menghabiskan uang jutaan rupiah guna memenuhi hobi, ternyata tak begitu dipedulikan oleh Komunitas One Piece Kolektor Indonesia (KOPKI) regional Palembang. Meski apa yang mereka koleksi tersebut ialah tergolong dalam kategori mainan, namun mereka tetap enggan menyebutnya mainan.
"Ini figure bukan mainan, kalau mainan itukan dimainkan, kalau ini cuma kita pajang saja, kita perhatikan, dan rawat," ujar Anhar, sebagai perwakilan KOPKI regional Palembang saat dibincangi Tribunsumsel.
Aan sapaan akrab Anhar inipun mengatakan, setidaknya komunitas ini memiliki sekitar 15 anggota dengan total jumlah figure yang dimiliki anggotanya sebanyak 2000 figure, dengan harga dari yang paling murah Rp 20 ribu hingga Rp 5 juta.
"Kalau di komunitas kita, figure yang paling mahal itu keluaran Portrait of Pirates (POP) dengan nama figurenya Franky. Itu dikita yang paling mahal, tapi kalau figure yang paling mahal itu bisa mencapai Rp 15 juta atau seharga motor satu," ujarnya sembari tertawa.
Aan menjelaskan, seluruh teman-temannya yang tergabung dalam KOPKI regional Palembang ini tak terlalu mempermasalahkan harga, karena bagi mereka kepuasaan yang mereka rasakan adalah sesuatu yang dicari.
"Namanya hobi ya, susah dijelaskan kenapa rela mengeluarkan banyak uang untuk beli figure ini," terangnya.
Menurut Aan, jika sudah memperhatikan figure yang sudah booming sejak tahun 2013 ini, semua beban, rasa lelah dan pusing usai menjalankan rutinitas sehari-harinya menjadi hilang.
"Pokoknya asyik kalo sudah memperhatikan figure ini, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata," katanya.
Sedikit menoleh kebelakang, Aan menjelaskan, perkembangan figure di Indonesia ini berawal dari adanya film One Piece yang tayang di televisi nasional, setelah itu baru para produsen-produsen di Jepang menciptakan figure ini.
Menurut Aan, tak mudah untuk memperoleh figure ini. Pasalnya di kota Palembang belum banyak yang menjualnya, sehingga untuk memuaskan hasratnya ini, Aan harus memesannya secara online. Tak hanya itu, karena jumlahnya yang terbatas, para kolektor figurepun harus bersaing dengan para kolektor lainnya.
"Produsen itu kalau menciptakan figure ini, cuma sekali produksi, kalau habis ya sudah tidak akan ada lagi. Harga figure ini juga semakin tinggi jika figure ini semakin langka," ungkapnya.
Aan berharap, dengan banyaknya masyarakat yang lebih mengenal figure ini, semakin banyak pula yang akan bergabung dengan KOPKI regional Palembang. Karena menurut Aan, saat ini banyak yang mengetahui jika ada figure ini, namun mereka tidak tahu jika ada komunitasnya. Bagi masyarakat yang ingin bergabung dengan KOPKI, bisa ikut berbincang di media sosial instagram dengan nama "Kopki. Id" atau facebook dengan nama "Komunitas One Piece Kolektor Indonesia (KOPKI)".
"Dengan makin banyak anggota, makin banyak pembahasan tentang figure ini, mulai dari harga, detail, orderan, dan tips-tips merawat figure ini. Dengan demikian membuat komunitas ini semakin besar," harapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/anggota-kopki-regional-palembang-saat-menunjukkan-beberapa-figure-yang-mereka-miliki_20160320_181621.jpg)