Cucu Jokowi

BREAKING NEWS : Inilah Nama Cucu Pertama Jokowi

Siapa yang memberikan namanya?" tanya wartawan.

Editor: M. Syah Beni
Tribun Jateng/Suharno
Gibran Rakabuming Raka bersama Ibu Negara Iriana Jokowi memberikan keterangan pers. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNSUMSEL.COM, SOLO - Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka telah memberikan nama kepada putranya.
Nama yang diberikan Gibran kepada cucu pertama Jokowi yakni Jan Ethes Srinarendra.

"Nama anak kami (Gibran-Selvi Ananda), Jan Ethes Srinarendra. Artinya "Jan" itu "sangat", "Ethes" itu "cekatan", "Srinarendra" itu "pemimpin yang cerdas"," ujar Gibran

"Siapa yang memberikan namanya?" tanya wartawan.

"Ya bapaknya, dong," ucap Gibran.

Sementara itu, usai menjenguk cucunya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama ibu negara Iriana Jokowi meninggalkan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo sekitar jam 22.00 WIB.

Iriana Jokowi mengatakan kalau Jokowi dan dirinya hanya melihat cucunya yang bernama Jan Etes Sri Narendra dan belum berani menimang-nimang putra dari Gibran Rakabuming Raka serta Selvi Ananda.

"Pak Jokowi belum berani menggendong cucunya. Saya aja belum berani," ujar Iriana sesuai mengantar sang suami menengok cucunya yang lahir pada hari Rabu (10/3/2016) jam 09.28 WIB.

Jokowi beserta Iriana langsung menuju kediamannya, lantaran Jumat (11/3/2016), dirinya akan melakukan kunjungan kerja ke Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo serta Karanganyar.

Pedagang Pasar Gede Bagikan Bubur Merah

Sejumlah pedagang di Pasar Gede Solo menyambut gembira kelahiran cucu pertama Presiden Joko Widodo, yang lahir Kamis (10/3/2016). Para pedagang ini bahkan membuat jenang (bubur) merah dan jenang putih sebagai wujud slametan atas lahirnya cucu Jokowi.

"Jenang abang (merah) putih sebagai perlambangan lahirnya manusia melalui benih dari ibu yang dilambangkan jenang abang dan benih dari bapak yang dilambangkan jenang putih," ujar seorang pedagang, Karisman (53).

Karisman menambahkan sebanyak 200 pincuk (tempat makan) jenang abang putih (merah putih) ini yang terbuat dari nasi putih (bubur) dan ditambah gula merah untuk yang berwarna merah dibagikan ke sejumlah pedagang hingga para pengunjung pasar. Kebiasaan ini merupakan tradisi Jawa sebagai ungkapan bahagia atau mangayu bagya..(*)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved