Para Petani Karet Sumsel Minta Perbaikan Harga
"Mendesak pemerintah untuk membuat regulasi harga, yang berpihak pada petani karet,"kata koordinator aksi Zul Apri didampingi koordinator lapangan
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Kharisma Tri Saputra
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Belasan petani yang menamakan dirinya aliansi perjuangan petani Sumatera Selatan (Sumsel), melakukan aksi ke DPRD Sumsel, Senin (7/3/2016).
Dalam aksinya, masa yang terdiri dari Partai Rakyat Demokratik (PRD), Serikat Tani Nasional (STN), Garda Sriwijaya Indoneisa (GSI), Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), Liga Mahasiswa untuk Demokratik (LMND), Fronn Anak Bangsa Menggugat (Frabam), dan Lembaga Independen Pemuda Peduli Bangsa (LIPPB), sebagai wadah perjuangan kaum tani Sumsel, bersama gabungan dari masyarakat petani karet seluruh Kabupaten kota akan melakukan tuntutan kepada pemerintah dengan tuntutan sebbagai berikut.
"Mendesak pemerintah untuk membuat regulasi harga, yang berpihak pada petani karet,"kata koordinator aksi Zul Apri didampingi koordinator lapangan Sahreza Fahlepi.
Selain itu, pihaknya mendesak pemerintah untuk membangun (BUMN/BUMD) karet, sebagai jalan mewujudkan industri nasional.
Kemudian mendesak pemerintah untuk memperkuat perkoperasian ditingkat petani karet. "Laksanakan pasal 33 UUD 1945, sebagai jalan penyelesaian persoalan rakyat,"tandasnya.
Menurut mereka, sudah hampir tiga tahun terakhir harga komoditi karet anjlok gila-gilaan, khususnya harga karet petani di Sumsel berada dititik nadir. Berdasarkan riset dari APPS pada Februari 2016, harga karet ditingkat petani sudah sampai dititik terendah yang hanya dikisaran Rp 3.500 hingga Rp 4.000,- per Kg.
Dalam aksinya, para petani tersebut diterima oleh komisi I DPRD Sumsel, dan masih dibahas bersama-sama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/demo-aliansi-perjuangan-petani-sumsel-apps-saat-demo-di-dprd-sumsel_20160307_140555.jpg)